hayed consulting
hayed consulting
octa vaganza

Vita Landra, Mendaki untuk Kontemplasi

JAKARTA—Agustus ini menjadi bulan yang sibuk bagi Ketua Asosiasi Pendaki Gunung Indonesia  (APGI) Vita Landra.  Bukan karena harus mempersiapkan sebuah ekspedisi gunung, tetapi dia sibuk melakukan pelatihan daring dan sertifikasi pemandu gunung hingga melakukan protokol pendakian.

Apalagi pada 17 Agustus menjadi tradisi pendaki mengadaan upacara di puncak gunung. Menurut Vita, pihaknya tidak menginginkan kegiatan upacara di gunung berpotensi jadi cluster baru paparan virus corona.

“Tidak ada ekspedisi yang saya lakukan selama masa pandemi. Kecuali saat sosialisasi protokol pendakian di Cikuray dan Papandayan (bersama Kemenparelraf). Kami melakukan rapid test sebelum pendakian,” ungkap dia kepada Peluang, Senin (24/8/20).

Karyawan sebuah perusahaan konsultan bidang perpajakan ini sudah mendaki gunung sejak duduk di bangku SMP. Pada 2000-an, Vita sudah menjadi pemandu.

“Buat saya, nikmatnya mendaki adalah saat kita punya waktu untuk kontemplasi diri, refleksi, mengukur kemampuan diri.Ketika sampai di puncak gunung, kita bisa merasakan bersyukur yang luar biasa atas segala sesuatu yang kita miliki. Klise ya,  kedengarannya, tapi itu selalu yang saya rasakan,” papar Vita.

Menurut dia, mendaki itu sebetulnya aman untuk mereka usia lanjut sekalipun, namun bergantung dari persiapan fisik, peralatan dan mental. “Tetapi pada masa pandemi ini ada batas usia maksimal 70 tahun dan minimal 10 tahun,” imbuh dia.

APGI dideklarasikan pada 15 Januari 2016 merupakan wadah bagi para pemandu gunung profesional di Indonesia. Vita terpilih menjadi ketua APGI pada Februari 2019 (Van).

pasang iklan di sini