dokter keuangan
pasang iklan media online

Upaya KKGJ Bertahan Berikan Pinjaman Promo dan Motor Listrik

Koperasi Keluarga Guru Jakarta KKGJ

    Pengurus Koperasi Keluarga Guru Jakarta KKGJ | Dok: Peluang News

Peluang News, Jakarta – Upaya  Koperasi Keluarga Guru Jakarta (KKGJ) agar tetap bertahan dan tak digerus zaman terus dilakukan pengelolanya. Tekad kuat tersebut disampaikan pengurus dengan terobosan usaha penjualan motor listrik.

Selain itu, pengurus mendiversifikasi unit simpan pinjam dengan program Pinjaman Promo. “Pinjaman promo kami berikan kepada anggota dengan tingkat bunga rendah, hanya 0,95% per bulan. Karena di tengah situasi ekonomi yang relatif masih sulit ini, usaha anggota juga tidak menentu,” kata Ketua KKGJ Drs Karyatmo M.Pd.

Dia mengatakan hal itu di sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) KKGJ Tahun Buku 2023, Kamis (28/3/2024) di Jakarta. Sepanjang 2023, sejumlah unit usaha KKGJ mengalami perlambatan sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan, pinjaman anggota dan juga SHU.

Total pendapatan sebesar Rp 29,2 miliar, turun dibanding 2022 sebesar Rp 36,7 miliar. Ini berdampak pada perolehan SHU yang sebesar Rp 3,2 miliar dari tahun lalu Rp 3,5 miliar.

Karenanya, lanjut Karyatmo selain melakukan efisiensi di beberapa unit usaha, pihak manajemen dituntut melakukan terobosan usaha. “Selain Pinjaman Promo yang cukup banyak peminatnya, penjualan motor listrik juga cukup menjanjikan, rata-rata terjual 40 unit per bulan. Dan ini baru kita pasarkan hanya di kalangan anggota, lanjut Karyatmo lagi.

Dalam laporannya dikatakan, menurunnya pendapatan usaha KKGJ di 2023, selain masih ada beberapa usaha anggota yang belum pulih dari dampak pandemi, juga banyaknya anggota yang mundur karena memasuki masa pensiun.

“Anggota KKGJ itu seluruhnya para guru yang ada di DKI Jakarta, tahun kemarin banyak yang sudah memasuki masa paripurna sehingga mereka menarik semua simpanannya di koperasi,” kata Karyatmo didampingi Sekretaris Umum Purwanto MM, M.Si dan Bendahara H Memen M.Si

Sebenarnya, lanjut dia, para guru tersebut tidak perlu berhenti karena AD/ART KKGJ menyebutkan pensiunan masih boleh menjadi anggota dengan hak dan kewajiban yang tidak sama dengan anggota penuh. Namun, masih kata Karyatmo, para pensiunan tersebut sudah merasa urusannya dengan koperasi sudah selesai.

“Ke depan kami akan melakukan sosialisasi yang lebih intensif mengenai keanggotaan KKGJ, sehingga jangan terus terulang adanya anggota berhenti karena pensiun,” pungkas Karyatmo.

Total anggota koperasi berusia 71 tahun ini per 2023 sebanyak 8.129 orang dengan total aset Rp172,1 miliar. (Irm/OL-1)