Inovasi digital dan melaksanakan prinsip perkoperasian menjadi kunci keberhasilan Kopsyah BMT Nurul Ummah Ngasem Jawa Timur menjadi koperasi terbaik tingkat nasional.
Membangun dari pinggiran bukan hanya hiasan bibir semata tetapi benar-benar ditunjukkan dalam aksi nyata oleh Koperasi Syariah BMT Nurul Ummah (NU) Jawa Timur. Koperasi yang didirikan 10 tahun silam itu selain menyalurkan pembiayaan juga melakukan pembinaan yang intensif kepada puluhan ribu anggota yang sebagin besar berada di perdesaan agar usahanya naik kelas.
Mohamad Wahyudi, Ketua Pengurus Kopsyah BMT NU Jawa Timur mengungkapkan, pembinaan anggota dilakukan melalui BMT NU Institute agar usaha anggota dapat berkembang. “Kami punya divisi khusus yang memantau perkembangan usaha anggota,” ujar Wahyudi, di sela-sela acara Studi Banding Koperasi 3 Provinsi, 22 November 2022 di Jakarta.
Selain turun langsung ke lapangan untuk mendampingi usaha anggota, pengurus juga mengembangkan inovasi digital antara lain BMT NULink (sejenis BRILink) dan fasilitas ATM dengan fitur tarik tunai dan transfer. Hal ini sesuai dengan perubahan perilaku masyarakat yang cenderung pada layanan digital.
Dengan menggenjot digitalisasi koperasi yang berkantor pusat berlokasi di Jalan Raya Kalitidu-Ngasem Km. 09 Bareng, Desa Bareng Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur itu semakin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Ini terlihat dari jumlah anggota yang bertumbuh dan kini mencapai 58 ribu orang.
Sementara jumlah kantor cabang sebanyak 32 kantor yang sebagian besar berlokasi di desa. Menurut Wahyudi, ada rencana untuk menambah jaringan kantor cabang pada tahun depan. Ini untuk semakin mendekatkan layanan BMT kepada anggota yang mayoritas berdomisili di perdesaan. “Penambahan kantor cabang akan dilakukan pada tahun depan sesuai dengan rencana bisnis yang tengah kami susun,” ungkapnya.
Sementara untuk produk dan layanan, BMT NU Jawa Timur yang pernah dinobatkan sebagai koperasi terbaik tingkat nasional oleh Kementerian Koperasi dan UKM ini memiliki beragam produk seperti deposito (Mudharabah), simpanan, dan pembiayaan. Selain itu, BMT ini juga punya lini usaha ritel modern.
Untuk memenuhi kebutuhan anggota dan mengoptimalkan peluang pasar yang cukup besar, BMT NU akan semakin gencar melebarkan sayap usaha di sektor riil seperti usaha swalayan NU, Air NU, Percetakan, foodcourt, kolam renang syar’i, penginapan (guest house), cuci motor & mobil, dan rumah sehat holistik. Dengan begitu, usaha BMT tidak hanya bergantung pada usaha simpan pinjam saja tetapi juga berasal dari sektor riil produktif. “Kami menargetkan pertumbuhan usaha sebesar 10% overall pada tahun depan,” pungkas Wahyudi. (Kur)








