hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

UMKM Serap Mayoritas Insentif Pajak 2025

Ilustrasi: Ist

PeluangNews, Jakarta – Kebijakan insentif fiskal menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Sepanjang 2025, pemerintah mencatat belanja insentif perpajakan mencapai Rp530,3 triliun atau meningkat sekitar 2,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Insentif tersebut disalurkan melalui berbagai skema, mulai dari pajak pertambahan nilai (PPN) hingga pajak penghasilan, dengan tujuan memberikan keringanan bagi sektor-sektor strategis dalam perekonomian.

Berdasarkan rincian, alokasi terbesar berasal dari pembebasan PPN untuk bahan makanan senilai Rp77,3 triliun. Selain itu, sektor transportasi memperoleh insentif Rp39,7 triliun, pendidikan Rp25,3 triliun, dan kesehatan Rp15,1 triliun.

Dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi fokus utama dengan nilai mencapai Rp96,4 triliun sepanjang 2025.

Selain insentif berbasis konsumsi, pemerintah juga memberikan fasilitas untuk mendorong investasi melalui skema tax holiday dan tax allowance dengan total nilai Rp7,1 triliun. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat iklim usaha serta menarik penanaman modal di sektor produktif.

Dari sisi penerima manfaat, kelompok rumah tangga menjadi penerima terbesar dengan nilai Rp292,7 triliun atau sekitar 55,2 persen dari total belanja perpajakan. UMKM berada di posisi kedua dengan porsi Rp96,4 triliun atau 18,2 persen.

Sementara itu, dukungan terhadap iklim investasi tercatat sebesar Rp84,3 triliun atau 15,9 persen, dan dunia usaha memperoleh sekitar Rp56,9 triliun atau 10,7 persen.

Di luar insentif perpajakan, pemerintah juga menyalurkan insentif kepabeanan sebesar Rp40,4 triliun sepanjang 2025, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp36,7 triliun. Kebijakan ini ditujukan untuk menekan biaya impor bahan baku dan menjaga kelancaran produksi dalam negeri.

Secara keseluruhan, kebijakan insentif fiskal tersebut menunjukkan fokus pemerintah dalam menjaga konsumsi rumah tangga, memperkuat peran UMKM, serta meningkatkan daya tarik investasi di tengah dinamika ekonomi global.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate