
PeluangNews, Padang — Upaya pemulihan ekonomi pascabencana di Sumatra Barat diperkuat melalui peresmian Klinik UMKM Bangkit oleh Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Padang. Program ini menyasar pelaku UMKM yang terdampak banjir dan longsor, dengan menyediakan layanan pendampingan usaha secara terpadu.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menjelaskan bahwa Klinik UMKM Bangkit merupakan bentuk kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta dalam mendukung kebangkitan UMKM Sumatra Barat.
“Ini bukan kegiatan simbolik. Negara ingin memastikan pelaku UMKM tidak berjalan sendiri setelah bencana. Klinik ini menjadi ruang pemulihan sekaligus pengembangan usaha agar UMKM kembali produktif dan berdaya saing,” kata Helvi, dalam keterangan persnya, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, fase pemulihan ekonomi harus menjadi bagian penting dari penanganan bencana, khususnya bagi UMKM yang menopang ekonomi keluarga dan daerah.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar kementerian terkait bekerja secara kolaboratif dan berorientasi pada solusi nyata di lapangan.
Meski saat ini baru tersedia satu klinik di Sumatera Barat, Kementerian UMKM menyiapkan terobosan melalui Mobil Klinik UMKM Bangkit yang akan menjangkau wilayah-wilayah terdampak secara langsung. Layanan meliputi akses pembiayaan, fasilitasi pemasaran produk lokal, hingga peningkatan kapasitas produksi dan usaha.
Baca Juga: Menkop Ajak Muhammadiyah Dampingi Kopdes Merah Putih, Dorong UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Desa
Helvi mengajak para pelaku UMKM terdampak untuk aktif memanfaatkan fasilitas tersebut dan tidak ragu mengikuti proses pendampingan.
“Pemerintah hadir bukan hanya sebagai pembuat aturan, tetapi sebagai mitra UMKM. Pemulihan ini tidak boleh berlarut karena UMKM adalah fondasi ekonomi daerah dan nasional,” tegasnya.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan Klinik UMKM Bangkit sejalan dengan karakter masyarakat Minangkabau yang memiliki tradisi kewirausahaan kuat.
“Target kami bukan sekadar pemulihan, melainkan mendorong UMKM naik kelas dan lebih tangguh,” ujarnya.
Setelah peresmian, rombongan Kementerian UMKM dan Pemprov Sumbar meninjau lokasi terdampak di Kabupaten Agam serta menyalurkan bantuan sarana produksi, bahan baku usaha, dan program trauma healing yang didukung berbagai mitra lintas sektor. (RO)








