hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

UMKM Masuk Jaringan Ritel, Kementerian UMKM Ungkap Peluang Transaksi Rp5,65 Triliun per Tahun

UMKM Masuk Jaringan Ritel, Kementerian UMKM Ungkap Peluang Transaksi Rp5,65 Triliun per Tahun
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik: UMKM masuk jaringan ritel potensi transaksi Rp5,65 Triliun per Tahun/dok.humas

PeluangNews, Bogor – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa keterlibatan pengusaha UMKM dalam jaringan toko ritel mampu menciptakan nilai ekonomi yang signifikan, dengan potensi transaksi mencapai Rp5,65 triliun per tahun.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, yang mewakili sambutan Menteri UMKM pada acara Pesta Retail 2026 di Bogor, Senin (26/1), mengatakan jaringan toko ritel seperti Sampoerna Retail Community (SRC) yang diinisiasi PT HM Sampoerna Tbk. berperan penting sebagai penggerak ekonomi rakyat sekaligus memperkuat kemandirian jutaan keluarga Indonesia.

Menurut Riza, selama 18 tahun SRC telah menjadi program strategis yang tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga membuka akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas manajerial, serta menghubungkan pengusaha UMKM dengan ekosistem digital untuk memperluas peluang pasar.

“SRC adalah contoh pemberdayaan UMKM yang terstruktur dan berkelanjutan. Program ini membantu pelaku usaha naik kelas dan meningkatkan daya saing,” ujar Riza.

Berdasarkan data PT HM Sampoerna Tbk., lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia telah tergabung dalam SRC. Jaringan ini didukung oleh 6.300 mitra yang tergabung dalam 10.000 paguyuban, dengan total omzet mencapai lebih dari Rp236 triliun per tahun, atau meningkat sekitar 42 persen sejak bergabung dengan SRC.

Riza menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya dukungan pemberdayaan UMKM yang sistematis agar pelaku usaha mampu beradaptasi dan bertahan di tengah dinamika ekonomi. Selain itu, keberadaan toko ritel SRC juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga dan membuka lapangan kerja di berbagai daerah.

Data menunjukkan, 77 persen toko SRC berhasil menambah jenis usaha, sementara 51 persen di antaranya mampu menyerap tenaga kerja baru, sehingga menciptakan peluang kerja di lingkungan sekitar.

Untuk memperkuat kemandirian pengusaha UMKM dan toko ritel, Kementerian UMKM terus menjalankan berbagai program strategis, seperti integrasi satu data melalui SAPA UMKM, penguatan ekosistem kewirausahaan melalui Entrepreneur Hub, formalisasi usaha lewat perizinan dan sertifikasi, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta perluasan akses pasar melalui kemitraan dan pemanfaatan infrastruktur publik.

“Kami mengapresiasi komitmen PT HM Sampoerna Tbk. dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh. Kepada seluruh mitra SRC dan pengusaha toko kelontong sebagai pahlawan ekonomi bangsa, teruslah berkarya dan berkolaborasi,” tutur Riza.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa komunitas ritel seperti SRC memberikan dampak besar bagi perekonomian nasional, dengan nilai aktivitas ekonomi mencapai Rp23.000 triliun. Sebanyak 250.000 toko ritel yang tergabung dalam SRC disebut mampu menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja dan menghidupi sekitar 4 juta keluarga, sehingga berkontribusi sekitar 2 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: UMKM Jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Nasional

Sementara itu, Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Ivan Cahyadi menegaskan bahwa toko ritel memiliki peran strategis dalam memperkuat UMKM dan ekonomi nasional melalui pendampingan yang konsisten dan adaptif, mulai dari penguatan keterampilan bisnis, manajemen usaha, hingga literasi digital.

“Dampak positif tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam membangun ekosistem terintegrasi, termasuk akses pangan, layanan keuangan, logistik, dan konektivitas digital,” ujarnya. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate