
PeluangNews, Jakarta – Peran sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di negara berkembang. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat komitmen dalam pembiayaan UMKM sebagai bagian dari strategi keuangan berkelanjutan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa lebih dari 90 persen unit usaha di negara berkembang berada pada segmen UMKM. Kondisi ini menempatkan UMKM sebagai pilar utama dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif.
Sejak awal berdiri, BRI berfokus pada layanan sektor mikro dan UMKM, sehingga prinsip keberlanjutan telah menjadi bagian dari praktik bisnis perusahaan. Namun, dalam perkembangan global, peran UMKM masih dinilai belum optimal dalam agenda keberlanjutan.
Dalam konteks tersebut, BRI memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, serta mitra internasional untuk menyalurkan skema blended finance kepada pelaku UMKM. Skema ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses permodalan sekaligus menjaga keberlanjutan usaha kecil di tengah tantangan ekonomi global.
Digitalisasi menjadi pilar utama dalam strategi pembiayaan tersebut. Pemanfaatan teknologi keuangan dinilai mampu meningkatkan efisiensi layanan, memperluas jangkauan pembiayaan hingga ke wilayah perdesaan, serta mendorong penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Komitmen tersebut tercermin dari portofolio pembiayaan BRI. Hingga September 2025, porsi kredit UMKM konsolidasian mencapai sekitar 80,02 persen dari total kredit atau setara lebih dari Rp1.150 triliun.
Selain penyaluran kredit, BRI juga menjalankan berbagai program pemberdayaan seperti Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, serta platform LinkUMKM yang telah dimanfaatkan oleh hampir 15 juta pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Penguatan pembiayaan ini diharapkan mampu menjangkau petani, pelaku usaha mikro, serta masyarakat di wilayah perdesaan, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.








