hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

20 UMKM Batam Tembus Ekspor ke Malaysia, Pemkot Genjot Daya Saing hingga Legalitas

2

Wali Kota Batam Amsakar Achmad
Wali Kota Batam Amsakar Achmad meninjau bazar UMKM dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) 2026/dok.humas

0 UMKM Batam Tembus Ekspor ke Malaysia, Pemkot Genjot Daya Saing hingga Legalitas
PeluangNews, Batam – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, mencatat sebanyak 20 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berhasil menembus pasar ekspor, terutama ke Johor Bahru, Malaysia. Capaian ini dinilai sebagai sinyal positif meningkatnya daya saing produk lokal di pasar internasional.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, menjelaskan produk yang diekspor cukup beragam, mulai dari kue khas Melayu seperti koleh-koleh, keripik tradisional, soes cokelat merek Jqueen, hingga kerajinan tas dan aneka oleh-oleh lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan bazar UMKM dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) 2026, yang diikuti sekitar 150 pelaku usaha mikro, di Batam, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TP-PKK, Dharma Wanita, serta perwakilan dari 12 kecamatan di Batam. Menariknya, setiap stan bazar turut dilombakan berdasarkan capaian penjualan dan jumlah pengunjung.

Baca Juga: Harga Plastik Melejit UMKM Terpukul, Pemerintah Siapkan Strategi Darurat

Tak hanya pameran produk, kegiatan tersebut juga menghadirkan layanan publik, seperti pengurusan izin usaha mikro untuk mempermudah legalitas pelaku UMKM.

Salah satu pelaku UMKM, Iluh, mengungkapkan inovasinya dalam mengembangkan produk ramah lingkungan. Ia memproduksi tas rajutan yang kini dikombinasikan dengan bahan daur ulang, seperti tutup kaleng, sehingga memiliki nilai tambah.

Iluh juga mengaku telah mengikuti program akselerasi ekspor dari Kementerian Ekonomi Kreatif, yang membantunya menjangkau pasar wisatawan asing, khususnya dari Singapura dan Malaysia.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa penguatan UMKM menjadi prioritas utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, pengembangan UMKM harus dibarengi langkah konkret, tidak sekadar kegiatan seremonial.

Ia menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah, mulai dari manajemen usaha, akses permodalan, strategi pemasaran, hingga peningkatan kualitas produk. Pelaku UMKM juga didorong memanfaatkan fasilitas seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) untuk memperbaiki desain kemasan agar lebih kompetitif.

Selain itu, aspek legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat PIRT, dan sertifikasi halal juga menjadi perhatian, yang dapat diurus melalui layanan perizinan terpadu.

“Pengembangan UMKM harus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, bukan hanya berhenti di kegiatan pameran,” tegasnya.(Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza