JAKARTA—Ingin mengangkat kembali Kabupaten Garut sebagai daerah penghasil Sutera, mendorong Isam Samsudin mendirikan Gallery Sutera Garut pada 2008. Kain sutera buatannya dilakukan hanya dengan bantuan alat tenun dengan mesin dan dikerjakan secara tradisional, hingga menjadikan produknya eksklusif dan terjaga kualitasnya.
Sejak akhir 2020 lalu, Isam mengikuti ajang “Pertamina UMKM Academy: Fast Track” yang berlangsung selama dua bulan untuk menjadi UMKM naik kelas. Dengan menjadi mitra binaan Pertamina, Isam mengaku usahanya berkembang pesat.
“Usaha kami bermula hanya 7 orang karyawan saja. Kini sudah berkali-kali lipat jadi 55 orang. Mereka adalah para tetangga sekitar saya di mana banyak anak putus sekolah dan ibu-ibu rumah tangga yang menganggur,” ungkap Isam dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/1/21).
Isam berdayakan mereka supaya bisa menambah penghasilan keluarga, Hal inisebagai implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di bidang sosial. Dengan bertambahnya pekerja, secara otomatis semakin banyak peralatan yang dibutuhkan.
Dengan modal bergulir yang didapatkan dari Pertamina, Isam banyak membelanjakannya untuk membeli alat tenun. Pada awal memulai usaha, ia hanya mempunyai 5 alat tenun bukan mesin (ATBM). Saat ini, semenjak menjadi binaan Pertamina, ia memiliki 35 buah ATBM.
“Sangat beruntung dan bersyukur memang menjadi binaan Pertamina. Tidak hanya pinjaman modal, melainkan juga terus dibina dalam menjalani usaha,” imbuhnya.
Pembinaan itupun selalu diterapkan oleh Isam. Hingga akhirnya, usahanya pun mengalami peningkatan omzet yang cukup signifikan. Dari semula Rp25 juta per bulan, kini bisa mencapai ratusan juta per bulan.
Ruang lingkup pemasaran produknya mayoritas di wilayah Jakarta, kemudian sebagian di Bandung, Bali, dan Surabaya.
Selama mengikuti ajang Pertamina UMKM Academy 2020: Fast Track lalu, ia banyak mendapatkan banyak informasi baru terkait hal-hal yang bisa mengembangkan usahanya. Sebagai UMKM yang sudah cukup berkembang pesat, ia ditempatkan dalam kelas Go Global.
“Banyak ilmu baru tentang tata cara untuk mengekspor produk ke luar negeri. Semoga saya segera mendapat kesempatan itu agar produk saya bisa Go Internasional,” tandasnya.
Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menambahkan, Pertamina mengapresiasi usaha yang dijalankan oleh Isam. Menurutnya, usaha ini telah banyak membantu banyak orang melalui lapangan pekerjaan yang disediakan. Sehingga dapat menjadi salah satu implementasi poin 8 SDGs.
Selain itu, Pertamina juga akan mendorong UMKM binaan lain agar dapat naik kelas layaknya Isam. Melalui beberapa roadmap pembinaan dimulai dari Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global.
“Pertamina melalui Program Kemitraan akan mendukung semua mitra binaannya agar mampu menuju roadmap pembinaan terakhir dan memasarkan produknya secara luas dan global,” tutupnya.








