hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

UKM dari Gianyar Ini Hadirkan Produk Cokelat Sehat Khas Bali

GIANYAR—Memproduksi cokelat olahan lokal membutuhkan berbagai siasat agar mampu bersaing di pasar nasional, syukur bisa menembus pasar global.  I Ketut Widana,  mendirikan UD Utami di Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali pada Februari 2007 menyadari hal itu.

Widana ingin menghadirkan cokelat khas Bali dengan merek Baline Chocolate menawarkan cita rasa berbeda.  Untuk itu dia berupaya   mencari bahan baku cokelat terbaik dan berkualitas.

“Saya ingin membuat permen cokelat terbaik yang tidak menyebabkan sakit tenggorokan atau kehausan sampai-sampai merusak gigi. Dengan cara membuat komposisi cokelat yang tidak terlalu manis namun tetap lezat untuk dinikmati”  ujar pria yang menginjak usia 53 tahun ini  dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 2 Mei 2021.

Dengan modal Rp10 juta, alumni Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ganesha ini  bersama rekannya membuat sendiri permen cokelat dengan bentuk mungil dan sederhana. Seperti bentuk hati sebanyak 500 buah.

Mereka mengawalinya dengan menitipkan hasil olahannya ke beberapa toko di Gianyar dan Denpasar. Bahkan dia tidak segan mengantarkan langsung pesanan cokelat ke rumah pelanggannya tanpa minimal pembelian.

Kini produk Baline Chocolate sudah terjual di Keris Gallery, Batik Keris, Carefour dan lain-lain. Banyaknya permintaan membuat Baline Chocolate memproduksi rata-rata coklat sebanyak 600.000 kotak dengan berbagai macam varian per tahun. 

Kerja kerasnya pun kini mulai terbayar. Usahanya mulai berkembang hingga mengekspansi ke beberapa produk herbal lain. Seperti Virgin Coconut Oil (VCO), black garlic, hingga olahan rempah lainnya.

Pemasaran dilakukan secara langsung dan melalui beberapa media sosial serta marketplace dengan nama serupa yakni Balinechocolate1. Membuat produknya kini mampu menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia. Bahkan sukses menembus pasaran mancanegara, seperti Eropa dari cokelat olahannya

Berkat kerja kerasnya Widana mampu meruap omzet sebesar Rp40 juta.  Usahanya merangkul warga sekitar yang diberdayakan. Terdapat sekitar 30 orang yang ikut membantunya.

Hal ini menjadi salah satu implementasi tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-8 yakni menyediakan pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Kiprah Baline Chocolate ini rupanya dilirik Pertamina untuk dijadikan binaannya.

Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan Pertamina mengapresiasi bisnis berbasis sociopreneur seperti yang dilakukan Widana.

“Sebagai negara dengan kekayaan rempah yang melimpah, kita bisa memanfaatkan secara bijak. Pertamina akan mendukung para usaha kecil yang bergerak di sektor tersebut” katanya.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate