BALIKPAPAN—Seperti gayung bersambut, ketika Ansori S. Hut mendirikan usaha kuliner abon kepiting pada 2006, Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid menjadikannya sebagai makanan khas daerah itu. Pada waktu itu dia menjadi juara pertamapada festival panganan khas Kota Balikpapan.
Bontings adalah brandnya, dari produk yang diproduksi oleh Dzakwani Food, produsen sekaligus distributor. Selain abon, Dzakwani Food juga memproduksi panganan berbahan dasar kepiting, seperti abon, stick, snack, dendeng dan amplang.
“Dalam bisnis , kami bekerja sama dengan beragam reseller baik itu reseller bahan baku atau pun reseler pemasaran, baik luring (fisik) di sejumlah minimarket modern di Balikpapan maupun daring melalui media sosial, hingga marketplace,” ujar Aris Munandar, juru bicara Bontings, sekaligus Bidang Perlengkapan di Dzakwani Foods kepada Peluang, melalui Whatsapp, Selasa (9/3/21).
Bontings kemudian melakukan diversifikasi produk untuk kategori, kepiting, ikan, udang, hingga saat ini varian produk sudah lebih 20 item dengan berbagai kemasan, Yang bahan bakunya merupakan sumber daya unggulan kota balikpapan.
Bontings dalam perkembangan produknya selalu meracik bahan-bahan alami dan melakukan produksi tanpa bahan pengawet, tanpa pewarna, tanpa pemanis buatan.
Sebelum pandemi Bontings mampu meraup omzet sekitar Rp300 juta hingga Rp500 juta per bulan dengan 74 karyawan. Sayang pandemi berdampak memangkas omzet dan karyawan tinggal 18 orang.
“Kami memprioritaskan karyawan yang tidak memiliki pendapatan. Sedangkan karyawan yang punya suami atau istri yang bekerja di tempat lain, kami liburkan atau masuk secara bergantian,” tambahnya, seraya mengatakan pihaknya sudah menjadi binaan Bank Indonesia.
“Ke depannya , rencana kami, memasukan produk kawasan kawasan wisata seperti perhotelan kalau situasi sudah pulih. Hal ini dilakukan untuk membuka peluang penjualan dan lebih baik lagi dan juga punya rencana ekspor,” punkas Aris (Van).








