hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

TUNGGAKAN KUR ANGGOTA NOL PERSEN

Penurunan usaha yang drastis akibat pandemi covid-19 dialami oleh semua pelaku ekonomi. Ada yang bertahan, ada yang stagnan dan ada pula yang tetap melaju dan mampu meningkatkan usahanya.  Kemampuan untuk bertahan di kala sulit itu memang sangat ditentukan oleh kepiawaian manajemen dalam mengintip peluang. Seperti halnya yang dilakukan Leonardus Frediyanto, General Manager Kopdit Obor Mas di Kabupaten Sikka NTT. Berkat pengalaman cukup panjang mengelola koperasi, sosok yang akrab dipanggil Yanto ini, mampu menjaga biduk Kopdit Obor Mas agar tidak oleng diterpa covid-19. Per tahun 2020 lalu, aset koperasi kami bahkan tembus Rp1 triliun dengan penambahan anggota hingga mencapai lebih dari 100 ribu orang. Selain ketat dalam menyeleksi pinjaman, dan memberikan kemudahan membayar cicilan bagi anggota, Yanto mengaku penyaluran dana KUR dan pinjaman dana murah dari LPDB-KUMKM memberi dampak signifikan bagi pertumbuhan Kopdit Obor Mas.

Guna menjaga kinerja yang baik itu, sejak Maret hingga Agustus tahun ini, Yanto merancang program advokasi dan pendampingan terhadap anggota yang terimbas covid-19. Antara lain, dengan kemudahan pengurangan angsuran pokok pinjaman.

Tak hanya itu, Kopdit Obor Mas juga membebaskan denda angsuran pinjaman,  memperpanjang jangka waktu pinjaman, bahkan suku bunga pinjaman diturunkan dari semula 21 persen menjadi 11 persen. Langkah lainnya, penambahan modal bagi anggota yang  usahanya terpuruk agar bisa bangkit kembali. 

Terkait dengan modal usaha ini, Kopdit Obor mas mendapatkan jatah untuk menerima KUR sebesar Rp150 miliar, walaupun dalam penyalurannya tidak sampai sejumlah itu.

Kopdit Obor Mas merupakan koperasi pertama bersama Kospin Jasa Pekalongan yang ditunjuk pemerintah menyalurkan KUR. Kepercayaan yang diberikan sejak 2017 itu hingga kini berjalan lancar. Yang membanggakan, timpal Yanto, anggota yang mengambil KUR dapat melakukan angsuran tepat waktu dengan jumlah yang tepat. Tak satu pun anggota yang meminta relaksasi dan bermasalah. “Hingga saat ini pinjaman bermasalah atau NPL anggota penerima KUR nol persen,” pungkas Yanto.  (Van/Irm)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate