JAKARTA—Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjamin bahwa jajarannya menyerap sebanyak hingga 4,14 juta ton beras dari petani selama triwulan pertama 2022.
Jumlah tersebut lebih dari cukup kebutuhan menjaga tingkat stok sebesar 1 juta ton hingga 1,5 juta ton beras.
Dia memperkirakan tingkat perkiraan kebutuhan beras yang sebesar 2,49 juta ton per tahun, maka diperkirakan surplus pasokan beras nasional tahun ini mulai terjadi pada Februari hingga Maret 2022
“Wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan, menjadi produsen beras terbesar pada Januari hingga Maret 2022,” ungkas pria yang karib disapa Buwas dalam Rapar Dengar Pendapat di Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin (17/1/22).
Lanjut dia, Bulog akan melakukan stabilisasi harga di tingkat hilir dengan KPSH. Pihaknyaberencana melakukan pengadaan komoditas pangab lain yang disesuaikan dengan kebutuhan komersial perusahaan.
Jumlah ketersediaan beras hingga akhir 2021 mencapai 1.002.771 ton yang terdiri atas 987.157 ton cadangan beras pemerintah (CBP) dan 5.614 ton beras komersial.
Buwas menjamin stok tersebut lebih dari cukup untuk stabilisasi pasokan dan harga beras hingga awal 2022.
Realiasi pengadan gabah beras petani dalam negeri selama 2021 mencapai 1.216.281 ton. Hal tersebut menunjukan sesuai dengan jumlah CBP yang ditentukan setiap tahunnya.
Penyerapan tertinggi terjadi pada Mei hingga Juni 2021 yang berkisar di angka 50 persen sampai 65 persen terhadap total serapan per tahun.
Hanya saja Buwas mengaku mewaspadai terjadi kenaikan harga beras pada awal tahun ini yang dipicu rendahnya panen pada November sampai Desember. Selain itu ada prakiraan terjadinya bencana hidrometeorologi pada awal 2022.








