hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Transformasi Menjadi Corporate Banking

Memasuki tahun 2026, KB Bank akan melanjutkan transformasi strategis menuju Corporate Banking melalui pendekatan “Moneyball Banking”, yang menekankan pada agility, data-driven decision making, dan inovasi berkelanjutan. Mampukah bank yang dulunya bernama Bukopin ini membalikkan situasi setelah sebelumnya selalu mengalami kerugian?

Per Semester I/2025, KB Bank (BBKP) mulai berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp373 miliar, berbalik dari posisi rugi bersih Rp3,15 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya!

Maka, pencapaian tersebut menandai kelanjutan kinerja positif pada kuartal pertama tahun 2025 dan menjadi bagian dari strategi turnaround KB Bank. Puluhan purnama sebelumnya, kinerja bank yang merupakan bagian dari KB Financial Group Korea ini memang masih selalu minus.

Dan tren pertumbuhan itu berlanjut. Laporan realisasi kinerja full year 2025 memang belum keluar. Tetapi Manajemen bank tersebut optimistis KB Bank optimis dapat menjaga momentum kinerja positif pada kuartal IV 2025 seiring dengan implementasi sejumlah inisiatif perbaikan kualitas aset.

Sebagai gambaran, per triwulan III/2025 KB Bank juga sudah kembali membukukan laba bersih non konsolidasi sebesar Rp265 miliar. Angka itu memang turun jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, tetapi sudah jauh lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang rugi Rp2,73 triliun.

Pertumbuhan kredit menjadi salah satu pendorong utama kinerja positif tersebut. Hingga akhir September 2025, total kredit yang disalurkan KB Bank mencapai Rp44,32 triliun, meningkat 10,83% dibandingkan Rp39,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kredit lancar juga tumbuh lebih tinggi, yakni 13,07% menjadi Rp34,12 triliun.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) KB Bank tumbuh 14,48% YoY, didorong oleh peningkatan signifikan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 38,02% YoY. Pertumbuhan CASA memperkuat struktur pendanaan dan efisiensi biaya dana, sekaligus mendukung stabilitas net interest margin (NIM) di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Secara segmentasi, kredit ritel menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi dengan peningkatan 17,32% YoY mencapai Rp15,32 triliun hingga akhir September 2025. Sementara itu, kredit korporasi (wholesale) tumbuh 9,92% YoY menjadi Rp22,32 triliun. Adapun segmen UKM mencatat pertumbuhan stabil sebesar 0,82% YoY menjadi Rp6,68 triliun, di tengah langkah selektif KB Bank menjaga kualitas aset pada segmen tersebut.

Perkuat Fundamental

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan bahwa pencapaian laba positif ini menjadi momentum bagi bank tersebut untuk terus memperkuat fundamental, terutama melalui upaya menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi secara berkesinambungan, serta senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik dalam setiap aktivitas bisnis.

 

“Dengan dukungan kuat dari KB Financial Group (KBFG) dan KB Kookmin Bank sebagai pemegang saham pengendali, Kami akan melanjutkan strategi transformasi yang berfokus pada pertumbuhan berbasis ekosistem, integrasi layanan antar entitas afiliasi, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Upaya memperkuat fundamental jangka panjang terus dilakukan. Pada akhir Semester I/2025, KB Bank telah menerima tambahan modal sebesar Rp3 triliun dari KB Kookmin Bank Co., Ltd — induk dan pemegang saham pengendali. Suntikan ini menjadi tambahan Modal Inti (Additional Tier 1 Capital), sehingga menjaga rasio kecukupan modal (CAR) KB Bank di kisaran 16,68%.

“KB Bank optimis berada pada jalur yang tepat untuk mengakselerasi kinerja pada paruh kedua 2025. Kami akan terus memperkuat fokus pada pertumbuhan berbasis digital, ekspansi cross-selling antar segmentasi bisnis, guna membangun diferensiasi dan profitabilitas jangka panjang,” ujar Wakil Direktur Utama KB Bank Robby Mondong.

Apa yang dilakukan bank ini untuk bisa keluar dari tekanan?

Dengan fundamental yang semakin solid, KB Bank akan terus memperkuat fokus pada pertumbuhan berkelanjutan melalui pengembangan digitalisasi, penguatan basis nasabah ritel dan komersial, serta optimalisasi sinergi dengan ekosistem KB Financial Group.

Menuju Corporate Banking

Kalau selama ini DNA Bank Bukopin dikenal sebagai bank yang lekat dengan sektor koperasi dn UKM, maka dengan wajah baru KB Bank, DNA itu memang berubah. Bank tersebut akan melanjutkan transformasi strategis menuju Corporate Banking melalui pendekatan “Moneyball Banking”.

Ini adalah strategi yang dijalankan bank dengan memperkuat data analytics, mengoptimalkan teknologi AI, dan mencari ceruk pasar yang dianggap ‘underated’ tetapi memiliki prospek yang menjanjikan.

Menurut Kunardy, ke depan KB Bank akan terus memperkuat posisioning sebagai Solution Banking, dengan fokus pada pengembangan ecosystem-based cross selling, penguatan sinergi Korean Link sebagai strategic cross-border banking partner, serta akselerasi digitalisasi melalui platform KBStarBiz dan KBStar.

Strategi ini bertujuan untuk memberikan solusi finansial yang end-to-end dan menciptakan nilai tambah yang nyata bagi nasabah, khususnya dalam mendukung kebutuhan transaksi, pembiayaan, dan pengelolaan likuiditas secara terintegrasi.

Sejalan dengan transformasi tersebut, KB Bank menetapkan target yang progresif pada tahun 2026 dengan proyeksi pendapatan total mencapai Rp1,4 triliun serta penguatan struktur pendanaan melalui peningkatan rasio dana murah (CASA) hingga 40%.

Perubahan segmen telah ditetapkan. Perbaikan kinerja memang mulai terlihat. Tetapi, bank ini masih harus membuktikan keberhasilannya dalam melakukan recovery melalui pertumbuhan kinerja yang lebih meyakinkan lagi dan tentu saja, seberapa jauh mampu memberikan impak ke ekosistemnya. (drp)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate