Tumbur Naibaho bertekad mencetak sejarah dengan mengoperasionalkan KMM di 200 kantor cabang tersebar di berbagai provinsi. Tahun ini memang saatnya ekspansi.
Perekonomian dunia pada tahun ini diprediksi tidak sedang baik-baik saja. Perlambatan yang disertai peningkatan inflasi mendorong World Bank untuk mewaspadai terjadinya stagflasi. Ini akan menyurutkan volume perdagangan global yang belum sepenuhnya pulih akibat dampak pandemi Covid-19. Gangguan rantai pasok pun semakin meningkat seiring dengan perang Rusia dengan Ukraina yang terus berlanjut.
Di tengah ketidakpastian global, perekonomian nasional diperkirakan akan tetap kokoh yang ditopang terjaganya daya beli masyarakat dan investasi. Ketua KSP Makmur Mandiri (KMM) Tumbur Naibaho mengatakan, dinamika perekonomian dapat dilihat dari dua sisi yaitu ancaman dan peluang.
“Meski kondisi global diprediksi memburuk pada tahun ini namun ekonomi domestik tetap tumbuh dan itu menjadi peluang bagi kami untuk terus menggenjot pertumbuhan,” ujar Tumbur.
Untuk itu, KMM akan membuka beberapa kantor cabang baru di daerah-daerah potensial. Dengan penambahan kantor cabang baru ini otomatis jumlah anggota akan naik. Pada tahun ini, KMM menargetkan jumlah anggota bertambah menjadi 120 ribu orang naik 45% dari tahun sebelumnya 82.918 anggota.
Penambahan anggota akan mempertebal permodalan koperasi besar berprestasi itu sehingga dapat mendukung rencana pengembangan usaha yang telah disusun. Permodalan yang kian berotot ini sangat penting agar KMM tetap eksis dan tumbuh secara berkelanjutan.
Seiring dengan rencana penambahan kantor cabang, slogan “Bekerja dengan Juara & Sehat (JUjur, Amanah, Ramah dan SEnyum, bersaHAbaT) akan terus dinternalisasikan di seluruh karyawan. Ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada anggota. Dengan begitu, diharapkan anggota semakin loyal kepada koperasi.
Tumbur menambahkan, KMM telah menerapkan digital online system di 180 kantor cabang yang dimilikinya sejak tahun lalu. Sehingga anggota bisa menggunakan aplikasi Makmur Mandiri Mobile dari layar ponsel pintarnya. “Digitalisasi layanan memudahkan anggota untuk bertransaksi dan menghasilkan proses bisnis yang lebih transparan dan efisien,” ungkap tokoh koperasi nasional ini.
Transformasi digital yang dilakukan oleh KMM merupakan langkah cerdas dan tepat agar bisa bersaing di zaman sekarang. Hal ini juga sebagai jawaban terhadap kebutuhan anggota atas layanan yang cepat, mudah, dan aman.
Sejak KMM meluncurkan Mobile Banking pada 2021 lalu, anggota yang mengakses terus meningkat. Aplikasi itu sudah diakses oleh sekitar 25 ribu anggota. Kehadiran Mandiri Mobile Banking itu terbukti mampu meningkatkan layanan anggota yang semakin baik. Melalui aplikasi ini anggota dapat melihat langsung perkembangan KMM, jumlah aset, pinjaman beredar, maupun tabungan pribadi.
Aktivitas investasi melalui penyertaan permodalan di anak perusahaan juga akan dipertahankan. Seperti diketahui, KMM berinvestasi di usaha SPBU di Samosir, Sumatera Utara yang dikelola oleh anak perusahaannya yaitu PT Karunia Puteri Sejati. Sedangkan usaha SPBU di Klaten, Jawa Tengah, dikelola oleh PT Dipa Cipta Narpati. Di kedua anak usahanya itu KMM menguasai 90 persen saham.
Sementara di usaha gas alam dan buatan melalui anak usaha PT Tao Toba Makmur Mandiri di Samosir, KMM menguasai 80 persen saham. Sedangkan di PT Tunas Makmur Mandiri di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang bergerak di bidang properti dan real estate KMM memiliki 71,60 persen dan PT Mobilindo Makmur Mandiri, unit usaha penyewaan mobil dengan kepemilikan saham mencapai 60 persen.
Dengan gebrakan yang sudah disiapkan Tumbur yakin usaha KMM akan semakin berkembang baik dalam aspek penyaluran pinjaman, penambahkan anggota, dan permodalan. Untuk diketahui, KMM membukukan kinerja ciamik pada 2022.
Jumlah anggota tumbuh 16,35% menjadi 82.918 anggota dari 2021 mencapai 71.267. Penyaluran pinjaman sebesar Rp784,3 miliar, naik 3,86% dari 2021 sebesar Rp755,17 miliar. Modal anggota menjadi sebesar Rp112,2 miliar, meningkat 18,04% dari tahun sebelumnya Rp95,1 miliar.
Peningkatan jumlah anggota yang diikuti dengan naiknya simpanan ini membuktikan bahwa KMM semakin dipercaya oleh anggota dan masyarakat. “Dukungan anggota dan masyarakat semakin besar terhadap kami dan ini menjadi modal sosial yang penting untuk pengembangan usaha,” ungkap Tumbur.








