Peluang, Jakarta – Guna meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan pendapatan koperasi, maka Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air Yakobus Jano berharap, pengelola Kopdit Pintu Air agar dapat melaksanakan rencana kerja tahun buku 3023 yang dihasilkan dalam forum Pra RAT awal April lalu.
Bidang-bidang yang mendapatkan penekanan khusus yakni bidang organisasi, keuangan, pengembangan sumber daya manusia, dan bidang sarana prasarana.
“Semua program kerja dari masing-masing bidang yang ditawarkan pada saat Pra RAT oleh peserta tidak ada yang menolak. Ini berarti dapat ditetapkan pada forum RAT nanti,” ujar Jano, Kamis, (27/4/2023).
Keputusan Pra RAT tersebut, kata dia, akan ditetapkan pada momen RAT. Dengan begitu, para pimpinan cabang dan KCP sudah bisa menyusun dan melaksanakan target-target kerja selama tahun 2023.
Jano mencontohkan bidang keuangan. Kantor pusat menargetkan simpanan sahan naik 30 persen, simpanan non saham naik 20 persen, saldo pinjaman 40 persen, jumlah aset naik 30 persen, dan sisa hasil usaha naik 50 persen.
“Ini memang target yang menantang, membutuhkan komitmen dan kerja keras pengelola di lapangan,” jelas Jano.
Target kerja bidang keuangan ini membutuhkan strategi serta pembagian peran antara manajemen dan komite di cabang /KCP.
Jano memaparkan, simpanan saham anggota mesti naik 30 persen dari Rp732.796.890.351 pada tahun 2022 menjadi Rp952.635.957.456 pada tahun buku 2023, atau mengalami pengikatan sebesar Rp219.839.067.105.
“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperkuat modal sendiri untuk menjaga stabilitas dan kemandirian Kopdit Pintu Air dalam pelayanan terhadap anggota, serta menjaga likuiditas untuk memenuhi kebutuhan anggota,” jelasnya.
Sementara simpanan non saham ditargetkan meningkat 20 persen. Dari Rp812.479.040.770 pada tahun 2022 menjadi Rp974.974.848.924 pada tahun 2023, atau mengalami pertumbuhan sebesar Rp162.495.808.154.
Capaian itu, kata Jano, bertujuan untuk meningkatkan partisipasi simpanan non saham anggota. Kemudian menjaga likuiditas guna memenuhi layanan atas kebutuhan anggota dan meningkatkan kesadaran anggota dalam menabung.
Khusus saldo pinjaman, ditargetkan meningkat 40 persen, dari Rp1.485.767.635.841 menjadi Rp2.080.074.690.177 atau bertumbuh sebesar Rp594.307.054.336 .
Di sisi lain, pertumbuhan aset mesti bertambah 30 persen. Bila pada akhir tahun buku 2022, total aset tercatat Rp1.752.315.719.010, maka tahun 2023 ditargetkan naik menjadi Rp2.278.010.434.832 atau mengalami pertumbuhan sebesar Rp525.694.715.731.
Begitupun dengan aset, ungkap Jano, berkaitan dengan kredibilitas lembaga Kopdit Pintu Air dalam melayani setiap kebutuhan anggota.
“Nah, kinerja keuangan akan berdampak pada sisa hasil usaha (SHU). Dan target SHU tahun 2023 meningkat 50 persen, dari Rp2.980.354.500 pada tahun 2022 menjadi Rp.4.470.532.228 pada 2023, atau mengalami kenaikan sebesar Rp1.490.177.728,” pungkasnya. (alb)





