Modal wajib angggota akan ditingkatkan dari sebelumnya rata-rata Rp25 ribu per orang per bulan menjadi Rp50 ribu dan untuk anggota berstatus karyawan KMM Rp100 ribu per bulan. Langkah ini untuk memperkuat permodalan demi mendukung ekspansi usaha KMM.

KSP Makmur Mandiri bertekad untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan melalui peningkatan kinerja operasional dan keuangan. Dukungan anggota yang semakin besar dan inovasi layanan yang didukung SDM profesional dan teknologi digital menjadi modal berharga untuk merealisasikan target yang telah dicanangkan.
Tumbur Naibaho, Ketua KSP Makmur Mandiri (KMM) menargetkan pertumbuhan aset menjadi Rp2,2 triliun. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, jumlah anggota diharapkan menjadi 220 ribu orang. “Sejalan dengan penambahan anggota kami berencana untuk meningkatkan modal wajib anggota,” ujar Tumbur.
Gagasan peningkatan modal wajib angggota dari sebelumnya rata-rata Rp25 ribu per orang per bulan menjadi Rp50 ribu dan untuk anggota berstatus karyawan KMM Rp100 ribu per bulan akan diajukan pada RAT Tahun Buku 2025 yang rencananya digelar pada Maret 2026.
Ke depan anggota boleh menambah modal wajibnya dengan jumlah yang bervariasi. “Boleh Rp100 ribu, tapi juga boleh Rp150 ribu, Rp200 ribu atau Rp300 ribu, yang tentunya bakal berbeda pula perolehan SHU nya,” tambah Tumbur.
Saat ini KMM masih menetapkan setoran modal pokok sebesar Rp 1 juta per tahun dan modal wajib Rp25 ribu per bulan. Dengan anggota mencapai 170 ribu per Desember 2025 lalu, maka besarnya modal anggota yang diputar per tahun sekitar Rp200 miliar.
Sejalan dengan penambahan modal wajib anggota, KMM menargetkan volume usaha sebesar Rp1,5 triliun pada 2026, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,058 triliun. Pembiayaan ditargetkan sebesar Rp800 miliar dan SHU sebesar Rp33 miliar.
Reputasi yang baik dan infrastruktur serta jaringan pelayanan KMM yang tersebar di 25 provinsi di Tanah Air menjadi faktor penting dalam mewujudkan target tersebut. “Kami mengharapkan partisipasi anggota meningkat untuk tumbuh berkelanjutan pada masa mendatang,” pungkas Tumbur.





