hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Tingkatkan Layanan Masyarakat, INKOPDIT Tampilkan Program Unggulan Koperasi

Peluang, Jakarta – Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT) bertekad, membawa program-program unggulan yang dimiliki koperasi kredit agar dapat mendorong pengembangan usaha anggota Inkopdit disetiap wilayah di Indonesia. Program-program unggulan tersebut berguna untuk memiliki daya saing tinggi buat kopdit-kopdit primer.  


“Program kedepan untuk peningkatan lembaga di tahun ini mudah-mudahan lancar, kami punya program bukan untuk anggota Inkopdit dan anggota Puskopdit, tetapi anggota Kopdit primer. Nanti akan dipilih pada planning projek 10 kopdit primer. Dimana 10 kopdit primer wajib menyediakan sekitar 50 anggota untuk kita besarkan, jadi anggota yang disasar itu usaha mikro,” kata General Manager (GM) Inkopdit, Stephanus Toga Siagian kepada MajalahPeluang.com, Jumat (13/1/2023).    

Disamping itu, menurut GM yang baru terpilih, pihaknya akan meningkatkan pengembangan koperasi kredit dengan melakukan transformasi tradisional manual ke era yang modern digital. Jadi dengan perubahan digital ini pihak dari koperasi kredit harus melakukan perubahan dalam berbagai hal baik itu manajemen, model bisnis hingga meningkatkan layanan dengan lebih baik lagi kepada seluruh pengguna atau anggotanya. 

“Kami akan besarkan koperasi kredit ini menjadi skala menengah. Nanti bisa menjadi device misalnya saya sebagai petugas lapangan bila selama ini memakai mesin EDC dalam bertransaksi usahanya, sekarang berubah dengan serba digital contohnya dengan adanya M-Banking,” papar Stephanus.

Lanjut dia, pihaknya juga akan mendorong dengan teknologi informasi penggunaan tablet, karena penggunaan tablet untuk petugas lapangan sangat diperlukan, tetapi bukan hanya melayani transaksi bisa juga yang ingin mau masuk anggota bisa dilayani, bisa mengajukan pinjaman, kalaupun ada yang mau survei juga bisa dilayani.

“Kami juga sudah menjalin kerjasama dengan Zyrex, jadi Zyrex sudah taruh tabletnya untuk di develop sama IT Inkopdit, jadi tahun ini bisa terealisasi. Jadi ada bisnis development service, digitalisasi, penggunaan device, banyak kerjasama dengan berbagai pihak, mudah-mudahan terealisasi yang kami wujudkan, termasuk dengan Gramedia,” papar Stephanus.

Lebih lanjut, dia berharap, kepada masyarakat untuk mengawasi seluruh channel koperasi kredit atau yang berlabel kredit union, pastikan kredit union koperasinya melakukan tata kelola yang benar. Pastikan kredit union melakukan operasional dengan best practice sama seperti yang digariskan dari asosiasinya, baik asosiasi tingkat asia maupun asosiasi tingkat dunia.

“Jangan biarkan kredit union menghianati anggotanya, bantu kami di Inkopdit karena kami juga punya keterbatasan. Jumlah karyawan yang hanya 22, kami harus menjangkau 900 Kopdit hampir diseluruh Indonesia tentu sesuatu yang mustahil. Oleh karena itu, kami butuh dukungan masyarakat agar juga ikut membantu kami pelaksaanaan operasional koperasi kredit. Kalau perlu bergabung masuk jadi anggota koperasi kredit supaya masyarakat bisa menilai sendiri dari dalam apakah koperasi kredit (kredit union) sama dengan koperasi yang lain,” pungkasnya. (alb)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate