hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Tingkatkan Efisiensi Logistik UMKM, Kemendag dan Startup Dagangan Kolaborasi Bangun Ekonomi Digital

Peluang, Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkolaborasi dengan start up Dagangan untuk memperkenalkan transformasi digital untuk pedagang pasar di Indonesia. 

Tujuannya untuk membantu mereka naik kelas dan punya keuntungan lebih karena produk di Dagangan harganya cukup terjangkau.

Sinergi yang dilakukan Kemendag dan Dagangan ditujukan sebagai upaya untuk membangun ekonomi digital para pelaku usaha dagang pasar rakyat dan pelaku UMKM. Tantangan tersebut seperti akses dan ketersediaan bahan pokok yang terjangkau.

“Pemanfaatan teknologi digital pada model bisnis ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik UMKM, dengan menekan biaya logistik serta mempercepat proses pengantaran barang,” ujar Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga dalam keterangannya, Senin (17/4/2023).

Sementara itu, CEO & Co-Founder Dagangan Ryan Manafe mengungkapkan, upaya ini dilakukan dengan harapan masyarakat dapat tumbuh bersama secara inklusi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan hidup mereka lebih cepat. Sebab, pihaknya melihat adanya tantangan yang dihadapi para pedagang pasar, toko sembako, dan pemilik warung dalam mendapatkan akses dan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Harapan kami melalui sinergi dan kegiatan Grebek Pasar bersama Kementerian Perdagangan, para pedagang pasar di Indonesia mampu mempercepat transformasi digital untuk memberdayakan masyarakat dengan pendapatan optimal dan kualitas hidup yang lebih baik,” ungkap Ryan.

Sedangkan di saat jelang lebaran yang tinggal beberapa hari lagi, Wamendag Jerry juga menyampaikan, perkembangan sejumlah harga komoditas di Bandung, Jawa Barat terpantau aman dan stabil.

“Menjelang Lebaran, Kementerian Perdagangan terus memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bapok lancar. Hasil dari pantauan di kedua pasar tersebut dan komunikasi dengan para pedagang, harga bapok secara umum sesuai harapan pemerintah, yakni pasokan terjaga dan harga stabil ,” jelas jerry.

Di Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung, terpantau harga beras IR 64 Rp11.500, beras premium Rp13.000–14.000/kg, gula pasir Rp14.000/kg, minyak curah Rp14.000/liter, minyak goreng kemasan Rp18.000/liter, dan Minyakita Rp14.000/liter.

Sementara itu, daging ayam ras Rp35.000/kg, telur ayam ras Rp26.000/kg, cabai rawit merah Rp40.000/kg, cabai merah keriting Rp30.000/kg, bawang merah Rp35.000/kg, dan bawang putih honan Rp32.000/kg. Selanjutnya tepung terigu Rp12.000– Rp13.500/kg, daging sapi Rp130.000/kg, dan daging sapi impor beku Rp100.000/kg.

Harga beberapa komoditas di Pasar Kosambi, Kota Bandung, seperti beras lokal medium tercatat Rp10.500/kg, beras IR 64 Rp11.000/kg, beras premium Rp13.000/kg, gula pasir Rp14.000/kg, minyak goreng curah Rp14.400/liter, minyak goreng kemasan premium Rp18.000/liter, dan Minyakita Rp14.000/liter.

Sedangkan, telur ayam ras Rp34.000/kg, cabai rawit merah Rp45.000/kg, cabai merah keriting Rp40.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, dan bawang putih honan Rp35.000/kg. Selanjutnya gula pasir Rp14.000/kg dan tepung terigu Rp12.500–Rp15.000/kg.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya akan terus memantau harga pangan di berbagai pasar hingga jelang lebaran dan memastikan suplai kebutuhan pokok aman sampai Lebaran. “Kami meminta masyarakat untuk tidak khawatir karena suplai aman dan harga stabil,” imbuhnya.

Apabila terjadi kenaikan harga, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menyiapkan langkah tiga langkah strategis untuk menekan harga, diantaranya pertama menggelar operasi pasar murah, kedua menjalankan program pangan murah di luar pasar, seperti alun-alun, perkantoran, tempat keramaian lainnya dan ketiga adalah mensubsidi biaya transportasi apabila kenaikan harga diakibatkan oleh proses distribusi. (alb)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate