JAKARTA—Peringatan Hari Jadi Koperasi Indonesia ke 74 dirayakan dengan rangkaian kegiatan secara virtual sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi terkini pandemi di Indonesia.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan, memasuki tahun kedua pandemi Covid-19 kondisi disruptif terus berpengaruh pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat.
Dampak negatif tidak hanya memukul sektor kesehatan, namun juga berbagai sektor perekonomian dengan ragam konsekuensi seperti PHK, penurunan omset usaha, dan penerapan kebijakan untuk efisiensi biaya. Koperasi sebagai salah satu badan usaha pun turut terdampak.
“Saya mengajak seluruh kalangan masyarakat mendukung penerapan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali, menyusul daerah lain sebagai langkah yang harus diambil untuk menurunkan dan mengendalikan penyebaran kasus Covid-19,” ujar Teten dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-74 di Jakarta, Senin(12/7/21).
Tagline dari peringatan Hari Koperasi Nasional ke-74 ini adalah “Untung Bareng Koperasi”, yang didasari semangat untuk membangun kesadaran masyarakat Indonesia bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Teten meminta kepada seluruh koperasi tidak saja melakukan peningkatan ekonomi anggota, tetapi juga menjadi lembaga sosial dan lembaga pendidikan bagi anggota dan masyarakat.
“Perjuangan bersama untuk menjadikan koperasi sebagai sokoguru ekonomi Indonesia masih terus berlanjut. Koperasi belum sepenuhnya menjadi pilihan utama kelembagaan ekonomi rakyat,” ujar Menkop.
Teten mencatat masih rendahnya partisipasi penduduk menjadi anggota koperasi (8,41%), masih di bawah rata-rata dunia yakni di 16,31%. Meskipun di beberapa provinsi seperti NTT dan Kalimantan Barat tingkat partisipasi masyarakat berkoperasi tinggi.
Sementara kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional saat ini hanya sebesar 1,5%.








