hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Tetap Ekspansi, Namun Ekstra Hati-hati

Pertumbuhan ekonomi yang diprediksi membaik di tahun 2022 membulatkan tekad Kopdit Pintu Air untuk kembali melakukan ekspansi usaha. Tahun ini sedikitnya sebanyak 10 kantor cabang baru bakal dibuka di empat provinsi, yaitu Sulawesi, Kalimantan, DIY dan NTT.

Hampir semua sektor perekonomian mengalami kelesuan parah akibat pandemi covid-19. Kondisi itu tak urung  juga melanda Koperasi Simpan Pinjam Kopdit Pintu Air yang sepanjang 2021 harus menahan ekspansi sejumlah anak usahanya. Masa sulit bagi dunia usaha itu diprediksi bakal selesai di tahun 2022 ini dimana pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 hingga 5,5 persen. Angka ini jauh lebih baik dibanding 2021 yang hanya di bawah empat persen.

Senada dengan optimisme tersebut, Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air Yakobus Jano, sudah memasang ancang-ancang ekspansi di tahun 2022. Menurut pengamatan Jano, kendati masih ada ancaman virus baru, Omicron, namun secara umum roda ekonomi mulai membaik, dan jumlah mereka yang terpapar covid-19 juga terus meurun. “Kami amati pandemi covid-19 sudah makin melandai, karenanya Pintu Air akan kembali ekspansi, namun tetap ekstra hati-hati, karena berbagai kemungkinan tentu bisa saja terjadi,” ujar mantan bankir dari BRI ini. 

Guna menyongsong iklim usaha yang bakal membaik itu, Jano mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah program ekspansi usaha dengan membuka 10 kantor cabang baru di sejumlah kota di tanah air.  Lokasi kantor cabang baru tersebut antara lain di Manado, Sulawesi Selatan, Mamasa, Sulawesi Barat, Sangatta (Kalimantan Timur), Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan Yogyakarta. “Untuk wilayah NTT sendiri kami menambah kantor cabang baru di Mota Ain Kabupaten Belu, Kolbano di Kabupaten TTS, Melolo di Kabupaten Sumba Timur, Alok Timur, Magepanda dan Nangablo di Kabupaten Sikka,” pungkas Jano. 

Di bawah kepemimpinan Yakobus Jano, Kopdit Pintu Air kini tidak hanya menjadi pemuncak koperasi kredit terbaik tingkat nasional, Jano pun mengembangkan usaha berbasis anggota melalui pendirian beberapa anak perusahaan, antara lain pasar swalayan, pabrik minyak kelapa, garam, pertanian dan pariwisata. Bersama koperasi yang dibangunnya sejak 1995 itu, Jano  ingin segenap anggota tidak hanya sekadar menerima keuntungan dari SHU, tapi juga pengembangan  potensi usaha masing-masing sehingga nilai tambah ekonominya meningkat.  (Irm)  

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate