JAKARTA—-Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal menyampaikan pihaknya sudah menyiapkan 1,32 juta ton pupuk bersubsidi untuk kebutuhan musim tanam Oktober 2021 hingga Maret 2022.
Menurut Gusrizal jumlah itu setara dengan 222 persen dari ketentuan stok minimum yang ditetapkan pemerintah.
“Kami memastikan stok kita cukup untuk dukung musim tanam Oktober-Maret,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (4/11/21).
Jumlah 1,32 juta ton yang sudah disiapkan itu terdiri Gusrizal dari pupuk Urea 611.058 ton, pupuk NPK 313.243 ton, pupuk SP-36 sebanyak 148.938 ton, dan pupuk ZA sebanyak 86.804 ton.
Kebijakan ini juga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya perubahan iklim atau cuaca ekstrem, yang bisa berdampak pada pendistribusian pupuk.
BMKG memprediksi fenomena La Nina diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah-sedang, setidaknya hingga Februari 2022 mendatang.
“Jadi Oktober-Maret memang musim tanam puncak karena di musim hujan, apalagi akan ada La Nina kata BMKG, jadi kami juga harus hati-hati dan lebih awal menyiapkan,” ucap Gusrizal.
Dia berharap para petani lebih dini menanam agar proses panen juga bisa lebih awal.
Gusrizal menjelaskan Kementerian Pertaian mensyaratkan mereka yang mendapatkan pupuk bersubsidi adalah yang tergabung dalam kelompok tani, penggarap lahan maksimal dua hektar.
Petani juga diminta menyusun dan menginput Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), dan untuk wilayah tertentu menggunakan Kartu Tani.
Jika petani yang belum memiliki Kartu Tani, mereka masih dapat menebus pupuk subsidi secara manual dengan bantuan penyuluh lapangan atau PPL dari dinas pertanian setempat.
Sebagai catatan pada 2021, alokasi pupuk subsidi yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2020 sebesar 9,04 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk organik cair.
Sementara dari sisi penyaluran realisasinya sudah mencapai 6,23 juta ton hingga 31 Oktober 2021. Angka tersebut setara dengan 68,9 persen dari total alokasi pupuk subsidi yang ditetapkan 9,04 juta ton.
Adapun rinciannya, pupuk Urea sebesar 2,79 juta ton, pupuk SP-36 sebesar 297,7 ribu ton, pupuk ZA sebesar 545,1 ribu ton, pupuk NPK sebesar 2,19 juta ton, dan pupuk Organik sebesar 406,1 ribu ton.








