hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Daerah  

Terkait Bendungan Kusan, Sekda Tanah Bumbu Akan Ekspose di Kementerian PUPR

TANAH BUMBU—Banjir adalah salah satu masalah di Tanah Bumbu itu kan bukan hanya langganan hujan bisa terjadi bisa 3 kali 4 kali dalam setahun itu. Banjir ini  tidak saja berdampak kepada masyarakat secara sosial tetapi juga secara ekonomi, karena juga menggenangi daerah perkebunan.

Itu sebabnya ratusan masyarakat yang sudah kerap dilanda banjir mendesak Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu untuk merealisasikan pembangunan Bendungan Kusan di Teluk Kepayan  pada 2022 mendatang.

Menangkap aspirasi warganya, Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar bersama Sekda Ambo Sakka akan melakukan ekspose di Kementerian PUPR. Hal ini diungkapkan Ambo usai melakukan kunjungan ke Bendungan Tapin, Desa Pipitak, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Rabu (10/11/21).

“Dalam setiap kampanye pada pilkada 2020 lalu, Zairullah selalu mengungkapkan dirinya akan membangun bendungan Kusan.  Jadi kebijakan ini merupakan mimpi Pak Bupati agar daerah ini bisa mengatasi banjir di daerah ini yang dalam setahun 3-4 banjir,” ungkap Ambo Sakka.

Ambo Sakka menegaskan, untuk data yang diperlukan membangun Bendungan Kusan pihaknya sudah tidak masalah. Pemkab Tanah Bumbu sudah sangat siap dan ingin secepatnya melakukan ekspose di Kementerian PUPR.

Sebelum meninjau lokasi bendungan, Ambo Sakka dan Kepala Balai Sungai Kalimantan II Fikri Abdurrachman berdialog di ruang rapat kantor badan pengelola soal sejarah Bendungan Tapin dan ekspose dari Bappeda Tanah Bumbu.

Untuk rencana pembangunan Bendungan Kusan, ungkap Ambo Sakka, pihaknya mengucapkan terimakasih atas dukungan pihak Balai Sungai yang mendukung keinginan Zairullah membangun bendungan.

Seperti diketahui Bendungan Tapin termasuk dalam program pembangunan 65 bendungan besar di Indonesia yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bendungan yang mampu menampung air sebanyak 70,52 meter kubik ini baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Februari lalu.

Dibangun sejak 2015 dan selesai Oktober 2020 lalu. Bendungan ini menelan dana Rp 1,058 triliun murni dari APBN multiyears dan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di Kalimantan Selatan.Bendungan ini dapat mengalirkan air sampai ke sawah-sawah milik petani seluas 5.472 hektare.

Selain itu, dapat menyediakan air baku untuk wilayah Kota Rantau, sebesar 500 liter per detik, selain itu disebut mampu mereduksi banjir sebesar 107 meter kubik per detik. Bendungan Tapin selain berfungsi sebagai konservasi air (ground water recharge), dan destinasi wisata di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tapin.

Kepala Balai Sungai Kalimantan II Fikri Abdurrachman mengatakan, pihak sangat mendukung keinginan Tanah Bumbu untuk membangun Bendungan Kusan.

” Mari kita sama-sama berjuang agar Bendungan Kusan bisa direalisasikan,” katanya.

Pada kesempatan mengajak rombongan Tanah Bumbu mengelilingi lokasi bendungan, Fikri Abdurrachman sangat senang dan menyampaikan terimakasih atas kunjungannya ke Bendungan Tapin

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate