hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Tergerus Pandemi, KOPKAR GMF AEROASIA Masih Bisa Bukukan Laba

Pandemi covid-19 tak membuat bisnis Kopkar GMF AeroAsia Sejahtera mati langkah, koperasi di bawah naungan PT. GMF AeroAsia, Tbk ini malah kian agresif mengembangkan usaha, antara lain dengan mengajak anggota untuk mengembangkan usaha ritel, minimarket.

Dalam koperasi dikenal istilah dual identity, alias fungsi ganda anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa usaha koperasi. Karenanya kata Ketua Kopkar GMF AeroAsia Sejahtera Yuyun Zaenudin pihaknya menyiapkan beberapa rencana pengembangan bisnis, melibatkan anggota yang punya bisnis UKM. “Khusus anggota akan kami tawarkan untuk ikut pengembangan usaha minimarket dimana mereka bisa menjadi supplier utama bersama rekanan UMKM lainnya yang akan menjadi mitra usaha kami,” kata Yuyun di sela Rapat Anggota Tahunan Kopkar GMF AeroAsia Sejahtera, Jumat, (9/4/2021) di Tangerang, Banten. RAT yang berlangsung virtual itu diikuti 100 peserta sebagai utusan dari total anggota sebanyak 2.953 orang.

Dalam laporannya, Yuyun mengatakan, pandemi covid-19 telah memukul berbagai usaha bisnis, termasuk seluruh industri aviasi. Sejumlah airlines di dunia gulung tikar. Sekalipun ikut terdampak anak perusahaan Garuda Indonesia GMF AeroAsia masih bisa bertahan di tengah ujian berat ini. Begitu juga dengan Koperasi Karyawan GMF AeroAsia Sejahtera yang mampu meraup  pendapatan di 2020 sebesar Rp31, 436 miliar. Setelah dikurangi beban operasional, koperasi ini  membukukan SHU Rp1,7 miliar.  Dibanding pencapaian tahun lalu, jumlah tersebut mengalami penurunan cukup signifikan. Pada tahun buku 2019 koperasi ini memperoleh pendapatan Rp53,093 miliar dengan SHU Rp 4,261 miliar.

Kendati terjadi penurunan, pengurus optimis tahun ini  koperasi masih akan mampu meraup keuntungan di tahun 2021 ini. Apalagi dengan adanya  dukungan pendanaan dari LPDB-KUMKM untuk pengembangan usaha minimarket.

Pada kesempatan itu, bendahara Kopkar GMF AeroAsia Sejahtera Brian Harfiansyah menambahkan koperasi mampu membukukan laba karena adanya dukungan perusahaan induk serta partisipasi anggota yang solid. Dikatakan, pendapatan koperasi terbesar masih disumbangkan dari bisnis dengan perusahaan induk sebesar 51% dan Simpan Pinjam sebesar 47%. Sementara sisanya disumbangkan oleh ritel, seperti minimarket dan usaha lainnya.  Selain melibatkan anggota, koperasi juga bekerjasama dengan beberapa UMKM untuk pengadaan snack customer, barang-barang souvenir dan barang-barang cetak. Kerja sama itu sesuai kesepakatan dengan LPDB-KUMKM agar koperasi bisa memberi kelangsungan usaha bagi UMKM pada masa pandemi.  

Dalam sambutannya di acara RAT, Direktur Utama PT. GMF AeroAsia, Tbk I Wayan Susena  mengapresiasi kinerja pengurus yang telah berhasil membawa Koperasi masuk dalam deretan 100 Koperasi Besar di Indonesia. Kehadiran kopkar dinilai sangat  penting dan merupakan mitra usaha penting bagi perseroan.  “Kami juga mengapresiasi koperasi dipercaya oleh LPDB-KUMKM yang mengindikasikan bahwa koperasi termasuk tertib dalam administrasi dan kinerja,” ujar Susena.  (Van) 

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate