hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Terdepan Dalam Layanan Digital

Penilaian sebagian pihak bahwa koperasi tertinggal dalam pemanfaatan teknologi digital bisa sirna ketika melihat Koperasi Pegawai Kementerian Hukum dan HAM (PPKH2AM) Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta. Koperasi ini siap bersaing di era Revolusi Industri 4.0 karena telah mengimplementasikan digitalisasi pada layanan usaha maupun operasional keseharian.

Waris, Ketua Pengurus Koperasi PPKH2AM Lapas Kelas I Cipinang, mengatakan digitalisasi terbukti meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional koperasi. “Teknologi digital menjadikan proses operasional dan bisnis lebih efektif serta meningkatkan kenyamanan anggota dalam bertransaksi,” ujar Waris.

Koperasi yang didirikan pada 1961 itu bahkan menjadi yang pertama di seluruh Lapas dan Rutan Indonesia dalam menerapkan Face Recognition Digital Payment, yaitu penggunaan pemindaian wajah sebagai pengganti uang tunai dalam pembayaran. Teknologi ini belum banyak digunakan oleh koperasi lain di Indonesia.

Koperasi dengan aset sebesar Rp7,01 miliar pada 2021 ini juga menerapkan digitalisasi layanan kepada anggota dengan menyediakan aplikasi Wiss Mobile. Teknologi ini membuat anggota dapat mengakses langsung jumlah simpanan maupun sisa pinjaman/angsuran.

Digitalisasi layanan untuk anggota yang juga disediakan oleh Koperasi PPKH2AM Lapas Kelas I Cipinang ini adalah K-Shop, layanan e-commerce yang menyediakan berbagai barang dan jasa, baik barang kebutuhan sehari-hari maupun elektronik. Dengan adanya fasilitas ini anggota cukup menggunakan ponsel pintarnya ketika ingin berbelanja di koperasi.

Waris menambahkan, pihaknya telah menerapkan e-office untuk tata kelola koperasi yang profesional. Implementasi e-office digunakan dalam aktivtas surat-menyurat maupun pelaporan. “Digitalisasi dari sisi administrasi yang dilakukan merupakan bagian dari upaya untuk lebih meningkatkan tata kelola yang baik di koperasi,” ucapnya.

Selain mengembangkan digitalisasi layanan, koperasi yang beranggotakan sebanyak 309 orang pada 2021 ini juga memperkuat kolaborasi bisnis dengan pelaku usaha lainnya yaitu PT Natur Palas Indonesia. Bersama mitranya itu, PPKH2AM membangun minimarket PAS Mart (Pemasyarakatan Mart) yang tersebar di seluruh blok hunian di Lapas Kelas I Cipinang dan beberapa area publik di kantor Lapas Kelas I Cipinang. Kini jumlah PAS Mart mencapai 18 unit.

Anggota pun antusias dengan adanya kolaborasi tersebut. Ini dibuktikan dari animo yang tinggi dari anggota untuk menjadi pemasok barang ke minimarket PAS Mart. Pengurus pun memberikan kesempatan yang luas kepada anggota untuk menjadi supplier asal bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Produk lain yang disediakan oleh koperasi adalah layanan simpan pinjam. Untuk pinjaman, dana yang sudah disalurkan kepada anggota sebesar Rp3,5 miliar. Untuk saat ini Koperasi PPKH2AM hanya meminjamkan dananya kepada anggota yang notabene adalah ASN Lapas Kelas I Cipinang.

Penyaluran pinjaman khusus anggota ASN itu dilakukan karena risiko pinjaman bermasalah cukup rendah. Sebab, cicilannya langsung dipotong melalui penghasilan anggota yang diterima setiap bulan dengan bekerjasama dengan bagian keuangan Lapas Kelas I Cipinang.

Selain simpanan pokok dan wajib, Koperasi PPKH2AM juga menyediakan produk simpanan sukarela. Produk ini memberikan imbal hasil yang kompetitif jika dibandingkan dengan produk dari lembaga keuangan lain. Anggota pun dapat menginvestasikan dananya di produk ini jika ingin mendapatkan imbal hasil yang lebih menarik.

Seiring dengan digitalisasi dan perkuatan kolaborasi dengan mitra usaha lain, Koperasi ini juga terus menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM). Caranya, dengan mengikutsertakan karyawan pada pelatihan sesuai dengan kebutuhan koperasi. Melalui SDM yang berkualitas, kata Waris, akan lahir layanan prima kepada anggota. “Kompetensi SDM terus kita asah agar dapat melayani anggota dengan lebih baik dan usaha koperasi lebih besar,” pungkas Waris. (Kur)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate