hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Tembus 1 Juta Unit! TVS Bikin Industri Motor RI Makin Ngebut

Tembus 1 Juta Unit! TVS Bikin Industri Motor RI Makin Ngebut.
Tembus 1 Juta Unit! TVS Bikin Industri Motor RI Makin Ngebut

PeluangNews, Jakarta-Industri manufaktur Indonesia kembali menunjukkan daya tahannya. Kali ini datang dari capaian produksi satu juta unit kendaraan oleh PT TVS Motor Company Indonesia. Angka ini bukan sekadar simbolis, melainkan penanda bahwa industri roda dua dan roda tiga nasional masih kompetitif di tengah tekanan pasar global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, sektor manufaktur tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi nasional. “Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif sebagai penggerak utama perekonomian nasional,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/2).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat pernyataan tersebut. Sepanjang 2025, industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan porsi 19,07 persen. Pertumbuhannya pun relatif stabil: 4,64 persen pada 2023, 4,43 persen di 2024, dan melonjak menjadi 5,30 persen pada 2025. Pemerintah menilai tren ini harus dijaga agar tidak kehilangan momentum. “Momentum pertumbuhan ini perlu terus dijaga melalui penguatan struktur industri, peningkatan investasi, serta percepatan transformasi menuju industri yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan,” tegas Agus.

Di tengah tren positif tersebut, TVS muncul sebagai salah satu pemain yang konsisten memperluas jejaknya. Anak usaha TVS Motor Company asal India ini telah beroperasi di Indonesia sejak 2007 melalui fasilitas manufaktur terintegrasi di Karawang. Total investasi yang telah direalisasikan mencapai USD250 juta atau sekitar Rp4,12 triliun. Selain menyerap ratusan tenaga kerja langsung, operasionalnya turut menggerakkan sekitar 8.000 tenaga kerja tidak langsung dari jaringan distributor hingga pemasok.

Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin, Setia Diarta, menyebut capaian satu juta unit sebagai bukti komitmen jangka panjang perusahaan terhadap industri otomotif nasional. “PT TVS Motor Company Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat industri otomotif nasional melalui investasi berkelanjutan, peningkatan ekspor, serta pemenuhan regulasi industri,” ujarnya saat perayaan produksi di Karawang.

Kinerja industri roda dua sendiri masih solid. Pada 2025, pasar domestik mencatat penjualan lebih dari 6,4 juta unit atau tumbuh 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor mencapai sekitar 540 ribu unit CBU dengan nilai menembus Rp10,5 triliun. “Industri roda dua memiliki resiliensi yang tinggi di tengah dinamika pasar domestik dan global,” kata Setia.

TVS juga dinilai patuh terhadap regulasi, termasuk pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Sejumlah produknya bahkan telah digunakan dalam program pengadaan pemerintah, termasuk pengadaan 700 unit sepeda motor roda tiga untuk program Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Perlengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bersama PT Agrinas. “Capaian TKDN ini membuka peluang lebih besar bagi TVS untuk berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah,” ujarnya.

Tak berhenti di kendaraan konvensional, TVS mulai masuk ke pasar kendaraan listrik dengan memproduksi motor listrik roda dua dan roda tiga serta membangun lini produksi battery pack. Langkah ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional. Setia menilai pasar motor listrik di Indonesia masih berada pada tahap awal, namun justru menyimpan peluang besar. “Momentum ini membuka peluang bagi pelaku industri untuk memperkuat kehadiran dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap kualitas kendaraan listrik produksi dalam negeri,” tuturnya.

Bagi pemerintah, capaian satu juta unit bukan titik akhir. Kemenperin berharap investasi terus diperluas, kapasitas produksi ditingkatkan, ekspor diperkuat, dan penggunaan komponen dalam negeri semakin dalam. “Pemerintah akan terus mendukung pengembangan industri otomotif nasional agar semakin berdaya saing dan berkelanjutan,” pungkas Setia.

Dengan produksi tembus jutaan unit, ekspor lintas benua, serta ekspansi ke kendaraan listrik, sinyalnya jelas: industri otomotif Indonesia belum kehabisan tenaga—justru sedang mempercepat langkah menuju panggung global.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate