Dua tahun pandemi covid-19 berdampak cukup berat bagi kinerja usaha Koperasi Simpan Pinjam Kodanua. Menurunnya partisipasi anggota berbanding lurus dengan pendapatan usaha koperasi yang juga turun. Akibatnya, RAT tahun ini mencatat Sisa Hasil Usaha minus.
Tahun 2021 sebagai tahun puncak pandemi covid-19 menjadi keluhan berjamaah bagi para pelaku usaha, baik di kelas atas, menengah dan paling parah tentunya di kalangan usaha mikro kecil dan koperasi. Selain perbankan sulit mengucurkan kredit lantaran iklim perekonomian kurang kondusif dan menjaga prinsip kehati-hatian, kalangan pelaku usaha umumnya juga takut melakukan ekspansi. Akibatnya perekonomian secara nasional stagnan dengan pertumbuhan di bawah prediksi, hanya 3,69 persen.
Hal yang sama juga melanda usaha perkoperasian, termasuk KSP Kodanua yang tahun ini dengan berat hati harus mengumumkan Sisa Hasil Usaha (SHU) minus kepada para anggotanya lantaran pendapatan usaha yang anjlok. Jumlah pendapatan yang semula ditarget sebesar Rp 34,160 miliar hanya terealisir 62 persen atau Rp 21,052 miliar.
‘”Rendahnya partisipasi anggota yang umumnya menahan pinjaman modal kerja berdampak pada turunnya pendapatan Kodanua, sehingga kita tidak bisa membagi SHU tahun ini karena minus,” kata Ketua Umum KSP Kodanua HR Soepriyono dalam RAT Kodanua Maret lalu di Jakarta.
Menurunnya partisipasi anggota KSP Kodanua sepanjang 2021, tidak terlepas dari kondisi pandemi yang tengah merebak hebat. Pada Juli 2021 misalnya, Kodanua tidak hanya mengalami kemandegan usaha, juga kehilangan seorang pengurus, yaitu Sekretaris II Susi Priolita yang wafat lantaran covid-19. Masih di bulan yang sama, Majalah Peluang mencatat sejumlah pengurus koperasi lainnya yang wafat, yaitu Ketua KSP Kowika Jaya Sadari dan Ketua Koperasi Keluarga Guru Jakarta Dakso Sartono.
Sepanjang 2021, jumlah pinjaman beredar Kodanua turun tipis, 3 persen dari RP154,300 miliar pada 2020 menjadi Rp 149,171 miliar di tahun 2021. Masih pada periode yang sama, penurunan juga terlihat pada simpanan anggota yang turun dari Rp 18,527 miliar menjadi Rp 18,280 miliar. Yang agak positif adalah pada produk tabungan yang mengalami kenaikan sebesar 2 persen dari Rp72,635 miliar menjadi Rp 74,085 miliar.
Bagaimana dengan rencana Kodanua program 2022? Pandemi memang tak bisa dihindarkan, kata Soepriyono. Namun dia menegaskan untuk segera melakukan evaluasi kinerja dan permasalahan yang dihadapi Kodanua sepanjang tahun 2021. Langkah pertama akan dimuilai dari pembenahan keanggotaan koperasi dan partisipasi. Seperti pernah ditegaskan Soepriyono bahwa terhitung Januari 2022 setiap orang yang melakukan transaksi kegiatan baik simpan dan pinjam di Koperasi Kodanua, wajib menjadi anggota sesuai ketentuan UU perkoperasian. “Koperasi itu dari dan untuk anggota, maka kami akan meminta kesediaan anggota menyetor modal kembali sebesar Rp 200 ribu,” pungkas Soepriyono. Hingga Desember 2021 total aset KSP Kodanua tercatat sebesar Rp 138,055 miliar, tabungan Rp 74,084 miliar dan volume usaha Rp 149,171 miliar. Total anggota sebanyak 4.984 orang. (Irm)





