TASIKMALAYA—Kemitraan antara koperasi dan UKM menjadi keniscayaan, karena keduanya bisa menjadi simbiosis mutualisme atau kerja sama yang saling menguntungkan. KUD Mitrayasa di kawasan Pageregeung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sadar bahwa antara koperasi dan UKM bisa menciptakan sinergi dari hulu ke hilir.
Sejak dua bulan lalu koperasi yang menjadikan pengelolaan susu sapi sebagai bisnis utamanya menggandeng produsen keju Mazaraat Artisan Cheese. Pabrik Mazaraat Artisan Chese berlokasi di Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Saat ini Mazaraat Artisan Cheese memiliki sekitar 7 sampai 10 produk.
Dengan varian favorit seperti Athan (camembert du Merapi), Khayya (crottin blue goat cheese), Ibra (blue cheese), Halloumi (hard cheese), dan Ghee (clarified butter).
Ketua KUD Mitrayasa Fariz Amroeni mengatakan kerja sama bersifat fleksibel. Mazaraat tidak hanya bertindak sebagai offtaker menyerap produk susu peternak, namun juga sebagai konsultan dan pendamping untuk menghasilkan keju dengan kualitas global.
“Sementara kami menyediakan raw material dan peralatan dan mereka yang memasarkan. Proyeksi kerja sama ini memang ekspor. Justru karena ekspor kami bekerja sama karena untuk itu butuh produk keju jumlah yang besar. Saat ini sudah ada pembeli dari Singapura dan Malaysia menunggu,” ujar Fariz ketika dihubungi Peluang, Senin (12/4/21).
Saat ini katanya KUD Mitrayasa mampu memproduksi susu seribu liter per hari. Sebagian untuk olahan dan sebagian diserap untuk kebutuhan di pasar Tasikmalaya saja. Masih butuh modal untuk memperbesar produksi.
Sebagai catatan KUD Mitrayasa berdiri sejk 1974, namun baru fokus ke pengelolaan susu pada 2008. Pada Tahun Buku 2020 ini aset mencapai Rp12 miliar dari hibah peralatan dan murni koperasi sekitar Rp6 miliar.
“Omzet kami kecil, masih berkisar Rp200 juta per bulan, dengan anggota sekitar 50,” tambah Fariz.
Pemilik Mazaraat Artisan Cheese Jamie Najmi juga mengaku, tertarik kerja sama dengan KUD Mitrayasa karena memiliki visi sama, yakni ingin memajukan produk lokal. Kemudian didukung pula peralatan lengkap dan kualitas susu yang baik.
“Juga karena mereka punya pengetahuan yang mempuni secara internasional makanya kami membantu, memproduksi. Lalu menghasilkan produk yang diharapkan bersama,” ujar Jamie.
Sementara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mengapresiasi kemitraan antara KUD Mitrayasa dan produsen keju Mazaraat Artisan Cheese, demi memproduksi keju terbaik dan berkualitas tinggi. Koperasi dinilai harus berpikir bisnis.
“Bisnis yang dimaksud mendukung UKM. Sekaligus untuk melayani anggotanya,” kata Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Victoria br Simanungkalit melalui siaran pers, Senin (12/4/21).
Menurutnya, apa yang dilakukan Koperasi Unit Desa (KUD) Mitrayasa sangat tepat. Sebab tidak hanya menjual komoditas susu, namun melakukan inovasi mmebuat susu jadi keju. KUD Mitrayasa pun sudah melakukan kemitraan dari hulu hingga hilir demi mendukung satu ekosistem termasuk dalam hal pakan ternaknya.
“Kita menyaksikan panen perdana produksi keju KUD Mitrayasa, KUD Mitrayasa bermitra dengan Mazaraat Cheese agar dapat mengolah produk turunan susu, yaitu keju dengan standar dunia. Pasar dalam negeri juga masih terbuka dan permintaannya kian meningkat. Ternyata kualitasnya pun tidak kalah dengan keju impor,” tutur dia.
Victoria Br Simanungkalit sendiri menghadiri acara panen perdana keju dan peresmian bank pakan, cluster produksi keju artisan di KUD Mitrayasa, Sabtu 10 April 2021 (Van).








