hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Target Aset Kopsyah BMI Tembus Rp1 Triliun

Rapor kinerja BMI tetap membiru dengan dukungan anggota yang semakin bertambah. Pembentukan koperasi sekunder yang menjadi Holding BMI Group akan memperkuat sirkuit ekonomi dalam ekosistem bisnis BMI.

Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga 2021 tidak menjadi rintangan bagi Koperasi BMI untuk membukukan kinerja operasional dan finansial yang ciamik. Dalam RAT Tahun Buku 2021, Koperasi yang kesohor dengan inovasinya itu mencatatkan pertumbuhan positif hampir dalam setiap aspek. Pencapaian kinerja yang gemilang itu, kata Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara, tidak lepas dari dukungan anggota, mitra strategis serta pemerintah. “Di tengah situasi pandemi Koperasi BMI berhasil melalui 2021 dengan pencapaian kinerja gemilang,” ungkapnya dalam sambutan di acara RAT Tahun Buku 2021 di Spring Club Summarecon Serpong, 25 Januari 2022. Acara yang berlangsung hybrid itu dihadiri Deputi Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi, sejumlah mitra usaha, para kepala dinas koperasi di area kerja Koperasi BMI dan ratusan orang anggota perwakilan.

RAT yang mengusung tema “Koperasi Untuk Sesama” ini dibagi dalam 3 zona yaitu Zona 1 (Tangerang) dipusatkan Spring Club Summarecon Serpong dihadiri 428 peserta, Zona 2 dipusatkan di Hotel Ledian Serang dihadiri 167 peserta dan zona 3 dipusatkan di Hotel Horison dihadiri oleh 187 peserta.  Acara  disiarkan secara langsung melalui channel youtube BMI NEWS. Jumlah keseluruhan peserta  sebanyak 782 orang.  

Sebelum RAT dibuka secara resmi, acara diawali dengan pelantikan pengurus-pengawas Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia (Kopjas BMI) dan pengurus-pengawas Koperasi Sekunder Benteng Madani Indonesia (Kopsen BMI), yang merupakan holding BMI Group. Selain itu,  diluncurkan logo Kopjas BMI dan Kopsen BMI hasil lomba yang diikuti oleh karyawan Koperasi BMI Group.

Di RAT itu Koperasi BMI meluncurkan 2 produk Kopsyah BMI yang baru yakni pembiayaan Mikro Mitra Multiguna (MMG) dan Simpanan Idul Fitri (Sidul). Peluncuran dua produk ini untuk memenuhi kebutuhan anggota yang semakin beragam.

Kinerja 2021

Selain kinerja finansial yang berhasil menembus angka psikolgis Rp1 triliun (lihat tabel),  keanggotaan Kopsyah BMI juga meningkat dari 177.361 orang pada 2020 menjadi 195.377 orang.  Jumlah cabang menjadi 77 dari tahun sebelumnya sebanyak 65 kantor cabang. Sementara kelurahan yang terlayani mencapai 93 kelurahan dan desa yang terlayani sebanyak 850 desa, atau naik 10,39% dari 2020 sebanyak 770 desa. 

Koperasi BMI terus melakukan kegiatan pemberdayaan dan sosial di antaranya kegiatan vaksinasi 1.032 orang, dan pendidikan perkoperasian melalui kegiatan urun rembug desa sebanyak 12 desa. Pendidikan dan pelatihan produktif  antara lain pendampingan pertanian holtikultura seluas 1,3 hektare, peternakan bebek petelur 1.700 ekor dengan 10 peternak, peternakan penggemukan sapi sebanyak 15 ekor, pelatihan penggilingan beras dengan 10 produsen dan program sawah organik seluas 5 hektar.

Sementara kegiatan sosial BMI antara lain rumah gratis melalui program Hibah Rumah Siap Huni sebanyak 67 unit pada 2021 yang terdiri dari 32 unit rumah untuk  anggota dan 35 unit rumah untuk  non anggota. Total rumah gratis yang telah dibagikan sebanyak 350 unit, terdiri dari 126 unit dari dana infaq dan 224 unit dari dana kebajikan dimulai sejak 2015 sampai 2021.

Selain itu, pelaksanaan Qurban pada 2021 sebanyak 29 ekor sapi  dan 52 ekor domba di 12 lokasi dengan total dana sebesar Rp419,25 juta. Koperasi BMi juga memberikan kursi roda sebanyak 60 unit dengan nominal Rp72 juta, santunan cacat  untuk 6 anggota dengan nilai Rp17 juta. Santunan bencana alam pada 43 anggota dengan nilai Rp158,2 juta. Adapun santunan Sakit  sebanyak 6.907 penerima manfaat dengan total Rp1,45 miliar.

Untuk alokasi dana kebajikan di 2020 sebesar Rp2,94 miliar meningkat menjadi Rp3,47 miliar pada 2021. Dana ZIS di 2020 sebesar Rp4,32 miliar meningkat menjadi Rp4,97 miliar di 2021. Penyaluran Zakat pada 2021 sebesar Rp3,08 miliar dan penyaluran infaq senilai Rp1,89 miliar.

Dalam sambutannya, Deputi Perkoperasian Ahmad Zabadi  mengingatkan, bisnis koperasi,  bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan anggota, tetapi juga mengembangkan potensi anggota, dan ini harus dilakukan melalui pemekaran atau spin off.

Dikatakan, Kopsyah BMI sudah bisa mewakili mimpi bersama tentang sebuah koperasi dengan skala ekonomi yang besar, bermartabat dan berkarakter. Bukannya koperasi yang melulu menunggu hibah dan bantuan murah dari pemerintah.

Ke depan, Kambara menambahkan, Koperasi BMI akan konsisten dengan Model BMI Syariah dan terus mengembangkan skala usahanya agar koperasi tidak lagi menjadi pemain pinggiran. Koperasi BMI akan terus berkembang pada masa mendatang. Oleh karenanya, membutuhkan dukungan masyarakat dengan cara menjadi anggota dan akan terus berkomunikasi dengan pemerintah selaku regulator.  (Kur/Irm)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate