dokter keuangan
dokter keuangan
octa vaganza
Berita  

Tangkal “Zero Tour Free”, Kemenpar Data Agen Perjalanan

Menteri Pariwisata Arief Yahya-Foto: Goaaceh.

JAKARTA—–Pelaku pariwisata di Bali menyebutnya sebagai paket zero tour fee (perjalanan biaya murah).  Paket ini ditawarkan sejumlah agen perjalanan kepada wisatawan Tiongkok untuk berkunjung ke Bali.

Paket ini bahkan bisa dibandroll sampai seharga Rp600 ribu, untuk perjalanan selama 5 malam dan 4 hari, termasuk tiket pesawat pulang-pergi, makan dan hotel. Namun sebetulnya para wisatawan itu diajak  ke toko yang menjual barang buatan Tiongkok juga.

Keberadaan agen perjalanan  tertentu itu mengancam pendapatan negara. Untuk itu Kementerian Pariwisata akan meminta ulang daftar agen travel Tiongkok yang teregistrasi di Kementerian Pariwisata Tiongkok pada 25 Oktober mendatang.

“Saya sudah melakukan registred travel agent. Tetapi belum efektif. Berapa kali saya bertemu Menteri Pariwisata China,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, Selasa (22/10/2018).

Kerja sama dengan Kementerian Pariwisata China ini  akan mendata agen perjalanan yang bergabung Asosiasi Perusahaan Perjalanan dan Wisata Indonesia (Asista),  maupun China National Tourism Agency (CNTA).

Seperti dilansir Antara tiap hari tiga ribu hingga lima ribu wisatawan Tiongkok tiba di Bali. Sebanyak enam puluh persen diperkirakan mengikuti  travel illegal itu.  Akibatnya potensi kehilangan penerimaan negara antara Rp4 hingga Rp5 triliun.

“Fenomena zero tour free ini bukan saja terjadi di Bali, tetapi juga di Thailand. Hanya saja di sana ada aturan setiap wisatawan harus memabwa uang Rp1,8 hingga Rp2 juta,” tutup Arief.