hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Tanam Dua Pohon Bernilai Tinggi, PT ISE Buka Peluang Ekonomi Warga Desa Sodong

Jajaran manajemen PT Indonesia Stanley Electric melakukan kegiatan penanaman pohon durian musang king dan alpukat aligator di Desa Sodong, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: Ratih/Peluang
Jajaran manajemen PT Indonesia Stanley Electric melakukan kegiatan penanaman di Desa Sodong, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: Ratih/Peluang

PeluangNews, Banten – Pagi di kawasan agrowisata Desa Sodong, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (7/2/2026), terasa berbeda. Deretan lubang tanam yang baru digali, bibit durian Musang King dan alpukat Aligator yang berjajar rapi, serta warga yang ikut menyaksikan menjadi penanda dimulainya sebuah harapan baru, bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk masa depan ekonomi desa.

Jajaran manajemen PT Indonesia Stanley Electric (ISE) turun langsung menanam bibit dengan tujuan yang sama menumbuhkan kehidupan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Presiden Direktur PT Indonesia Stanley Electric, Kohei Kitamura, menyebut Desa Sodong memiliki arti penting bagi perusahaan. Operasional pabrik, kata dia, tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar.

“Keberadaan perusahaan kami ditopang oleh warga di sekitar sini. Karena itu, kami ingin berkontribusi sekaligus berbalas budi atas dukungan masyarakat selama ini,” ujar Kohei di sela kegiatan penanaman.

Presiden Direktur PT ISE Kohei Kitamura bersama Kepala Desa Sodong Dony Bambang Priangga (berdiri) menanam bibit pohon. Foto: Ratih/Peluang
Presiden Direktur PT ISE Kohei Kitamura bersama Kepala Desa Sodong Dony Bambang Priangga (berdiri) menanam bibit pohon. Foto: Ratih/Peluang

Sebagai perusahaan manufaktur komponen otomotif, khususnya lampu kendaraan, PT ISE terbiasa bekerja dengan presisi dan perencanaan jangka panjang. Prinsip itu pula yang dibawa ke dalam program CSR lingkungan. Penanaman pohon bukan sekadar seremoni, melainkan investasi waktu dan komitmen.

Pilihan pada durian Musang King dan alpukat Aligator bukan tanpa alasan. Kedua tanaman ini memiliki umur panjang dan nilai ekonomi tinggi, sekaligus cocok dengan kondisi tanah Desa Sodong. Ketika kelak berbuah, hasilnya dapat dinikmati dan dikelola oleh masyarakat.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya membuat lingkungan lebih hijau, tetapi juga memberi manfaat ekonomi. Saat pohon berbuah, hasilnya bisa dipanen dan dijual oleh warga,” kata Kohei.

Program CSR lingkungan PT ISE bukan hal baru. Pada tahap awal, perusahaan menanam mangrove untuk melindungi ekosistem pesisir.

Langkah itu dilanjutkan dengan penanaman pohon lindung di kawasan Aviary Bintaro. Kini, melalui CSR keempat, pendekatan diperluas dengan menghadirkan tanaman produktif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Selain bibit, PT ISE juga menyerahkan alat perkebunan, pupuk, dan sarana pendukung lainnya. Bantuan ini diharapkan membuat tanaman dapat dirawat secara berkelanjutan, bahkan setelah kegiatan penanaman selesai.

Sementara, Direktur PT Indonesia Stanley Electric, Liono Suwanto, melihat Desa Sodong memiliki potensi yang lebih besar dari sekadar lokasi CSR tahunan. Menurutnya, desa ini memiliki daya tarik yang bisa dikembangkan lebih jauh.

“Ada kemungkinan kegiatan ini berlanjut dan tidak berhenti hanya pada penanaman saja. Kami sempat berdiskusi dengan Pak Lurah, dan desa ini memiliki potensi serta daya tarik yang cukup besar,” ujar Liono.

Bagi warga Desa Sodong, pohon-pohon yang hari itu ditanam bukan hanya soal buah yang akan dipetik beberapa tahun ke depan. Ia menjadi simbol kehadiran perusahaan yang tidak hanya beroperasi di sekitar desa, tetapi juga tumbuh dan berjalan bersama masyarakat.

Di lahan agrowisata itu, bibit Musang King dan alpukat mungkin masih kecil. Namun, harapan yang ditanam hari itu sudah jauh lebih besar—tentang lingkungan yang terjaga, ekonomi desa yang bergerak, dan kolaborasi yang terus berakar.

Kegiatan penanaman pohon ini turut dirancang dan didukung oleh event organizer Himawari.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate