Sejumlah inisiatif strategis yang dilakukan KMM sepanjang 2020, telah membuat salah satu koperasi besar Indonesia ini semakin dipercaya anggota.
Bukan hal mudah bagi perusahaan untuk tetap eksis di tengah resesi ekonomi akibat badai pandemi yang tak kunjung usai. Tekanan eksternal karena melemahnya sisi permintaan membuat laju ekspansi terhambat. KSP Makmur Mandiri (KMM) merupakan salah satu koperasi yang hingga kini masih kokoh dengan pencapaian kinerja yang positif.
Tumbur Naibaho, Ketua KMM mengatakan, efek pandemi pasti dirasakan setiap pelaku usaha. Melambatnya penyaluran kredit yang berdampak pada turunnya keuntungan adalah hal lumrah di masa resesi. Namun hal itu tidak menjadi alasan untuk menurunkan kualitas layanan. “Kami tetap menjaga kualitas layanan untuk anggota dan terus berinovasi agar usaha koperasi bisa tumbuh berkelanjutan,” ungkap Tumbur.
Salah satu inovasi yang dikembangkan KMM adalah layanan digital dengan meluncurkan Makmur Mandiri Mobile. Aplikasi Makmur Mandiri Mobile memiliki fitur beragam, antara lain penyetoran simpanan maupun pinjaman, permohonan pinjaman, pengajuan menjadi anggota, pembelian pulsa, token, membayar asuransi dan fitur lainnya.
Melalui aplikasi digital ini, KMM ingin menghadirkan pengalaman baru bagi anggota dalam bertransaksi dengan koperasi. Pada sisi lain, aplikasi ini juga meningkatkan prestise koperasi yang sudah sejajar dengan lembaga keuangan lain dalam menghadirkan layanan berbasis digital.
Selain aplikasi digital, salah satu Koperasi Besar Indonesia ini juga memperkuat UMKM anggota dengan mengenalkan pinjaman MURI (Modal Usaha Mandiri). Produk ini dikenalkan pada 1 Juni 2020 lalu untuk memberi tambahan modal usaha kepada anggota yang membutuhkan.
Anggota pun merespons gebrakan yang dilakukan KMM dengan antusias. Ini ditunjukan dengan jumlah transaksi aplikasi Makmur Mandiri Mobile yang meningkat dan pengajuan pinjaman MURI yang juga naik selama masa pandemi. “Anggota senang dengan inovasi yang kita lakukan dan mereka semakin loyal dengan Koperasi,” tambah Tumbur.
KMM juga semakin giat memperkuat usaha di sektor riil. Koperasi yang berkantor pusat di Bekasi Jawa Barat itu sukses mengakuisisi dua usaha pom bensin (SPBU) untuk menambah portofolionya di sektor riil. Kedua lokasi SPBU itu terletak di Kabupaten Samosir Sumatera Utara dan Kabupaten Klaten, JawaTengah.
Penguatan usaha di sektor riil dengan mengakuisisi SPBU bertujuan untuk mendukung pergerakan ekonomi lokal. Adanya layanan pom bensin sangat membantu mobilitas warga untuk memenuhi kebutuhannya. Selain itu, layanan SPBU yang dikelola Koperasi ini juga dapat mengangkat pamornya di mata masyarakat dan berdampak semakin dipercayanya lembaga sokoguru ekonomi ini.
Sebagai koperasi primer nasional dan termasuk salah satu koperasi besar di Indonesia, kepercayaan publik sangat penting bagi KMM yang kini memiliki 150 kantor cabang yang tersebar di 21 provinsi di Tanah Air. (Kur).








