hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Daerah  

Susul Kacang Hijau, Petani Gresik Eskpor Perdana Mangga ke Singapura

GRESIK—Para petani mangga asal Desa Gadangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik mencatatkan prestasi membeirikan kontribusi kepada ekspor Indonesia.  Mereka berhasil mengirim 300 kilogram mangga jenis harum manis ke Singapura untuk ekspor perdananya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad melepas ekspor perdana di Balai Desa Gedangan Kecamatan Sidayu, Kamis (26/8/21). Dia mengapresiasi para pelaku UMKM yang terus berinovasi melihat peluang hingga bisa mengekspor mangga ke Singapura.

“Saya bersyukur, bahwa sektor pertanian sejauh ini masih kebal dari dampak Covid-19,” kata Gus Yani.
Pasar perdana ke Singapura tersebut diharapkan juga bisa mendongkrak perekonomian petani mangga khususnya di Kecamatan Sidayu, dan Kabupaten Gresik pada umumnya.

“Saya berpesan agar menjaga kualitas panen buah mangga. Sehingga, bisa menghipnotis pangsa pasar di negara Singapura,” ujar Bupati.

Sebagai catatan harga per kilo mangga asal Gresik yang diekspor sebesar 5 dolar Singapura atau setara Rp50.000 dan dipotong biaya pengiriman Rp15.000 per kilogram.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2018 Gresik memproduksi 307.556 kuintal mangga dari seluruh kecamatan.  Dari jumlah itu, Kecamatan Sidayu menyumbang 25 ribu kuintal. Mangga menempatkan diri peringkat pertama produksi buah di Gresik.

Beberapa hari sebelumnya sebanyak 250 ton  produk kacang hijau dari Gresik juga diekspor ke Filipina.  Berdasarkan catatan Kementan, nilai ekspor kacang hijau asal Gresik tersebut mencapai Rp4,5 miliar. 

Hasil panen kacang hijau tahun 2020 meningkat dan sangat memuaskan, diperkirakan produksi meningkat 12,32% dari tahun sebelumnya.

Potensi untuk luas tanam kacang hijau pada 2021 mencapai 9.196 hektar, luas panen 9.120 ha dan produktivitas sebesar 13,24 kuintal per hektar sehingga akan diperoleh produksi sebesar 12.075 ton.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate