dokter keuangan
dokter keuangan
octa vaganza

Susi: Kebijakan KKP Dongkrak Nilai Ekspor Perikanan

 

Ilustrasi-Foto: KKP News

JAKARTA—-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan, sejak Januari hingga Juni 2018 volume ekspor sektor perikanan Indonesia tumbuh sebesar 7,21 persen jadi 510.050 ton. Sementara nilai ekspornya tumbuh 12,88 persen jadi 2,27 miliar dolar AS.

Hal itu antara lain imbas kebijakan pemberantasan Illegal Unreported Unregulated Fishing seperti pelarangan alat tangkap tak ramah lingkungan, penyetopan izin pihak asing menangkap ikan, hingga penenggelaman kapal.

Dikatakannya,  kebijakan KKP membuat proses penangkapan produk perikanan tepat sasaran.  Nelayan lebih diarahkan untuk menangkap komoditas perikanan yang boleh ditangkap dan bernilai tinggi.

“Beberapa komoditas perikanan ekspor utama dari Indonesia adalah udang, tuna, rajungan-kepiting, cumi-sotong-gurita, dan rumput laut. Bukannya ikan-ikan kecil yang masih bisa berkembang dan tidak ada nilainya,” tutur Susi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (21-9-2018).

Udang volumenya tumbuh 14,13 persen, ikan tuna sekitar 7,55 persen, rajungan-kepiting 2,67 persen,cumi-sotong-gurita, 29.61 persen, serta rumput laut  13,02 persen.  Pertumbuhan volume juga diikuti pertumbuhan nilai ekspor.  Udang tumbuh 7,57 persen jadi 850 juta dolar AS, ikan tuna 25,33 persen jadi 270 juta dolar AS, rajungan kepiting 21,31 persen jadi 240 juta dolar AS, serta cumi-sotong gurita 42, 12 persen jadi 220 juta dolar AS, rumput laut 59.87 persen atau 120 juta dolar AS.

Lanjut Susi,  masih ada impor produk perikanan sekitar 300 ribu ton setiap tahun untuk komoditas yang tak tersedia di Indonesia seperti salmon, makarel, dan trout. Namun, neraca perdagangannya sektor perikanan hingga kini masih surplus.

“Indonesia kini peringat  pertama surplus neraca perdagangan  sektpr perikanan dengan US$ 4,09 juta pada 2017. Sejak 2014, Indonesia posisi Indonesia telah mampu melampaui Thailand dan Vietnam,” papar dia (van).