hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Survei KedaiKOPI: Dukungan Kopdes Merah Putih Tembus 82 Persen

Survei Ungkap Dukungan Publik Tembus 82,7 Persen, Menkop Gaspol Jalankan Kopdes Merah Putih
Survei Ungkap Dukungan Publik Tembus 82,7 Persen, Menkop Gaspol Jalankan Kopdes Merah Putih.

PeluangNews, Bogor – Dukungan publik terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih terus menguat. Hasil survei Lembaga Survei KedaiKOPI menunjukkan 82,7 persen responden menyatakan setuju dengan implementasi program tersebut.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menilai temuan ini menjadi modal penting sekaligus tantangan besar bagi Kementerian Koperasi (Kemenkop).

“Ini menjadi pertaruhan bagi kita semua bahwa Kopdes Merah Putih harus benar-benar beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Menkop Ferry saat memimpin Rapat Kerja Kemenkop di Bogor, Senin (12/1).

Menkop menegaskan hasil survei tidak boleh membuat jajaran Kemenkop cepat berpuas diri. Tahun 2026 dinilainya akan menjadi periode krusial, terutama karena pada Maret–April 2026 ditargetkan puluhan ribu Kopdes/Kel Merah Putih yang telah dibangun bisa langsung beroperasi aktif.

Dalam raker tersebut hadir Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, jajaran pimpinan tinggi Kemenkop, serta Founder KedaiKOPI Hendri Satrio.

Menkop Ferry juga mendorong optimalisasi seluruh sumber daya Kemenkop untuk semakin menggaungkan program Kopdes/Kel Merah Putih, khususnya kepada generasi muda.

Menurutnya, Gen Z dan milenial perlu disasar secara serius karena keterbatasan lapangan kerja masih menjadi persoalan utama.

“Harapannya kita bisa menyasar segmen milenial dan Gen Z agar Kopdes ini bisa membantu memecahkan masalah penyediaan lapangan kerja,” kata Ferry.

Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal langsung program Kopdes/Kel Merah Putih yang menjadi salah satu program strategis dan prioritas Presiden Prabowo Subianto. Penguatan sinergi, kolaborasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi kunci keberhasilan.

“Kita juga harus menyiapkan SDM dan modul peningkatan kapasitas bagi pengurus, pengawas, dan pengelola Koperasi Desa Merah Putih,” lanjutnya.

Survei KedaiKOPI yang dilakukan secara daring pada 10–15 Desember 2025 terhadap 2.044 responden mencatat 76,1 persen masyarakat sudah mengetahui program Kopdes/Kel Merah Putih. Tingkat kepuasan bahkan mencapai 96,3 persen di wilayah yang Kopdes-nya sudah berjalan.

“Hasil survei ini menjadi energi positif. Artinya, masyarakat menaruh harapan besar pada koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal,” ungkap Menkop Ferry.

Sementara itu, Founder KedaiKOPI Hendri Satrio menilai program Kopdes/Kel Merah Putih berhasil menggeser stigma koperasi yang selama ini identik dengan simpan pinjam. Menurutnya, publik kini melihat koperasi sebagai instrumen perubahan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

“Untuk program pemerintah yang relatif baru, angka dukungan 82,7 persen itu sangat tinggi. Ini menunjukkan Kopdes Merah Putih dinilai strategis dan membawa harapan perubahan,” kata Hendri.

Ia memaparkan 70 persen responden memahami tujuan koperasi untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat, sementara 81,3 persen mengetahui koperasi dijalankan dengan asas kekeluargaan. Hendri menekankan pentingnya transparansi, profesionalisme, serta testimoni keberhasilan nyata agar kepercayaan publik terus meningkat.

“Publik ingin koperasi bebas dari praktik korupsi, dikelola profesional, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau,” paparnya.

Dengan dukungan publik yang terus menguat, Kemenkop menargetkan 2026 menjadi tonggak kebangkitan Kopdes/Kel Merah Putih sebagai penggerak ekonomi rakyat berbasis desa dan kelurahan.

pasang iklan di sini
octa vaganza