hayed consulting
hayed consulting
octa vaganza

Stok Pangan Tertinggi, Mentan Siapkan 1,3 Juta Ton Beras

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

PeluangNews, Jakarta-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya membangun ekosistem pangan yang sehat sebagai kunci mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.

“Kami ingin sampaikan beberapa hal. Di pertanian ini, tujuan kami jelas yaitu membangun ekosistem pangan yang sehat. Selama ini banyak terjadi anomali di mana-mana, dan inilah yang ingin kita benahi bersama,” ungkap Amran saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Jumat (30/8).

Ia menyebut perhatian Presiden terhadap sektor pangan sangat besar. “Dalam delapan bulan terakhir, pemerintah sudah menerbitkan berbagai Instruksi Presiden (Inpres) untuk percepatan pembangunan pangan. Ini luar biasa, sebuah gagasan besar dari Bapak Presiden untuk memperkuat pangan nasional,” ujarnya.

Amran memaparkan delapan langkah percepatan pembangunan pangan, mulai dari penataan regulasi, pemenuhan pupuk yang kini sudah merata, rehabilitasi dan pembangunan irigasi dua juta hektare, optimalisasi lahan, hingga pencetakan sawah baru. “Hasilnya, stok pangan nasional saat ini menjadi yang tertinggi dalam sejarah, diiringi dengan peningkatan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Ia menegaskan Nilai Tukar Petani (NTP) kini mencapai 122 persen, jauh di atas target 110 persen. “PDB pertanian juga menopang ekonomi nasional dan menjadi yang tertinggi dalam sejarah,” kata Amran.

Meski begitu, ia mengakui pembenahan pasar masih menjadi pekerjaan rumah. “Kita produsen CPO terbesar, ayam, telur, bahkan bawang merah, tapi pernah terjadi kelangkaan atau harga tinggi di dalam negeri. Distorsi seperti ini harus kita akhiri,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, pemerintah menyiapkan operasi pasar besar-besaran melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). “Kami sudah siapkan 1,3 juta ton untuk stabilisasi. Jika pasar sehat, maka ekosistem pangan juga sehat. Petani sejahtera, konsumen terbantu, pengusaha pun tenang,” imbuh Amran.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menambahkan GPM memiliki tiga tujuan utama: menyalurkan beras murah, menjaga pasokan dan stabilisasi harga, serta mendukung pengendalian inflasi. “Alhamdulillah, capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” jelasnya.

Hingga 29 Agustus, Bulog telah menyalurkan beras SPHP sebanyak 290.016 ton atau 19,33 persen dari target melalui 30.375 mitra di seluruh Indonesia. Penyaluran harian bahkan mencapai hampir 6.000 ton, tertinggi dari rata-rata harian.

Dalam GPM kali ini, distribusi masif dilakukan di 4.302 titik kecamatan, 414 titik Polri, 449 titik TNI, 129 titik BUMN, dan 415 titik distribusi lainnya, dengan total mencapai 43.665 ton.

Mentan Amran menutup sambutannya dengan ajakan untuk memperkuat sinergi. “Mari kita terus bergandengan tangan membangun ekosistem pangan yang sehat untuk masa depan bangsa,” pungkasnya.

pasang iklan di sini