hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Stok Pangan Nasional Kuat, Bapanas Pastikan Surplus hingga Panen Raya April

Stok beras di Bulog. Foto: pertanian.go.id
Stok beras di Bulog. Foto: pertanian.go.id

PeluangNews, Jakarta — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi kuat dengan proyeksi surplus sejumlah komoditas strategis sepanjang 2026.

Cadangan pemerintah yang memadai serta produksi dalam negeri yang meningkat menjadi penopang utama stabilitas pasokan pangan nasional.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi pangan nasional. Ia menyebut stok dan proyeksi produksi saat ini berada dalam kondisi sangat memadai.

“Kalau kita bicara ketersediaan, kita tidak perlu khawatir. Berdasarkan proyeksi neraca pangan kita, posisi stok sangat kuat. Tahun lalu carry over stock kita sekitar 12,4 juta ton, kemudian saat ini cadangan pangan di Bulog sekitar 4,22 juta ton,” ujar Ketut, Jumat (27/3/2026).

Data per 26 Maret 2026 menunjukkan cadangan beras yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 4,22 juta ton. Selain beras, sejumlah komoditas lain juga berada dalam kondisi relatif aman terhadap kebutuhan bulanan, seperti jagung sekitar 155 ribu ton dan minyak goreng sekitar 117 ribu kiloliter.

Di sisi produksi, tren pasokan pangan nasional juga terus menguat. Produksi berlangsung sejak awal tahun dan diperkirakan mencapai puncaknya pada panen raya April mendatang.

“Produksi di bulan Januari sudah ada, di bulan Februari sudah ada, Maret sedang berproduksi, bahkan mungkin April nanti bisa panen raya. Di bulan April ini diprediksi sampai 5 juta ton. Ini juga sangat tinggi produksi yang akan dihasilkan,” kata Ketut.

Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 turut memperkuat optimisme tersebut. Ketersediaan beras diperkirakan mencapai lebih dari 47 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 31 juta ton sepanjang tahun, sehingga menghasilkan surplus yang signifikan.

Selain beras, komoditas lain juga menunjukkan neraca positif. Jagung diproyeksikan memiliki stok akhir sekitar 4,99 juta ton, daging ayam ras sekitar 1,7 juta ton, telur ayam ras sekitar 949 ribu ton, serta gula konsumsi sekitar 1,33 juta ton hingga akhir 2026.

Ketut menambahkan, sebagian besar komoditas strategis nasional ditopang oleh produksi domestik, yang memperkuat kemandirian pangan nasional.

“Komoditas seperti cabai, bawang merah, telur, ayam, itu produksi dalam negeri semua. Jadi kita sudah sangat-sangat sufficient, sangat kuat produksinya,” jelasnya.

Meski optimistis, pemerintah tetap mengantisipasi tantangan perubahan iklim menjelang musim kemarau. Sejumlah langkah telah disiapkan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.

“Kita optimis ketahanan pangan terjaga, karena semua langkah antisipasi sudah disiapkan, termasuk percepatan tanam dan bantuan sarana produksi untuk menjaga produksi tetap optimal,” tambah Ketut.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan peningkatan produksi menjadi kunci menjaga ketahanan pangan nasional. Ia menyebut panen raya yang terjadi di berbagai daerah memperkuat stok nasional.

“Produksi kita meningkat, panen raya terjadi di banyak daerah, Februari, Maret, dan April banyak panen di berbagai daerah, sehingga stok beras nasional sangat kuat. Produksi kita sudah berada di atas kebutuhan konsumsi nasional,” ujar Amran.

Menurutnya, keseimbangan antara produksi dan distribusi juga penting untuk menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat.

“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir,” kata Amran.

Dengan cadangan yang kuat, tren produksi meningkat, serta proyeksi surplus berbagai komoditas, pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate