hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

STEAM Expo 2026, Panggung Ide Besar Generasi Muda

Sebanyak 707 proyek STEAM
Sebanyak 707 proyek STEAM dipamerkan tahun ini, mencakup isu kebencanaan, lingkungan, hingga teknologi kemanusiaan.

PeluangNews, Jakarta-Transformasi pendidikan tak lagi sebatas jargon. Sampoerna Academy membuktikannya lewat STEAM Expo 2026 bertema “Inventing Tomorrow”, ajang tahunan yang menampilkan ratusan inovasi siswa dari berbagai kampus di Indonesia.

Digelar serentak di L’Avenue, BSD, Sentul, Medan, dan Surabaya, beberapa waktu lalu, expo ini menjadi etalase nyata pembelajaran STEAM yang berorientasi pada solusi dunia nyata.

Sebanyak 707 proyek STEAM dipamerkan tahun ini, mencakup isu kebencanaan, lingkungan, hingga teknologi kemanusiaan. Proyek-proyek tersebut dinilai oleh Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), mempertegas keseriusan pendekatan ilmiah dalam proses belajar siswa.

School Director Sampoerna Academy, Mustafa Guvercin, menegaskan bahwa STEAM Expo bukan sekadar pameran hasil karya, melainkan refleksi proses belajar yang berpusat pada siswa.

“Kami percaya siswa adalah pemimpin solusi masa depan. Inovasi lahir ketika mereka diberi ruang untuk memecahkan persoalan nyata dengan pendekatan terintegrasi,” ujarnya.

Sejumlah karya siswa mencuri perhatian publik. Dari Sampoerna Academy Sentul, proyek Earthquake Detector karya Raevand Muhammad Arsha Rayendra, Reyansh Dhaka, Rudransh Dhaka, dan Azka Raqilla Mawardi (Grade 5) menjadi sorotan.

Alat ini menggunakan sensor getaran untuk mendeteksi gempa dan mengaktifkan alarm peringatan dengan intensitas berbeda, mulai dari getaran ringan hingga potensi gempa besar. Inovasi ini dirancang untuk memberi peringatan dini, terutama saat kondisi darurat seperti malam hari ketika orang sedang tertidur.

Dari Sampoerna Academy BSD, proyek From Waste to Light yang dikembangkan oleh Myla Vanita Lie, Giana Letisha Ho, Shafa Farha Jasmine, Alessa Rachel Lazuardi, dan James Christian Chandra (Grade 4) menawarkan solusi ganda atas persoalan energi dan air bersih.

Proyek ini mengolah air sungai yang tercemar untuk menghasilkan listrik bagi desa, sekaligus memurnikan air limbah menjadi air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mandi, mencuci tangan, hingga kebutuhan konsumsi.

Sementara itu, inovasi di bidang kebencanaan juga datang dari Sampoerna Academy L’Avenue melalui proyek Search and Rescue Truck. Karya ini dikembangkan oleh El Barack Alexander, Dastan Keenanda Irawan, Darrell Revandya Susatyo, Satriawangsa Purnayudha Haryadi, dan Alifiandra Gavriel Mujiono (Grade 6).

Truk pencarian dan penyelamatan ini dirancang untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban di area terdampak bencana.

Secara keseluruhan, proyek STEAM tahun ini tersebar di Sentul (73 proyek), BSD (129 proyek), L’Avenue (171 proyek), Surabaya (151 proyek), dan Medan (183 proyek).

Rangkaian inovasi tersebut memperlihatkan pergeseran paradigma pendidikan, dari sekadar penguasaan teori menuju pembentukan karakter inovator dan pemecah masalah sejak usia dini.

STEAM Expo 2026 menegaskan satu hal: dari ruang kelas, ide-ide besar bisa lahir—digagas, diuji, dan diwujudkan langsung oleh para siswa.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate