
PeluangNews, Purworejo – Semangat berkoperasi kembali digaungkan melalui ajang Soemitrofest Koperasi Goes to Campus bertema “Koperasi Tak Lagi Tua, Cara Lama Rasa Baru”. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, milenial, mahasiswa, dan santri agar semakin melek koperasi serta menjadikannya sebagai penggerak utama ekonomi masa depan Indonesia.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop), Destry Anna Sari, menegaskan bahwa kebangkitan koperasi sangat bergantung pada peran aktif anak muda. Menurutnya, kreativitas dan inovasi yang menjadi ciri khas generasi muda merupakan modal penting dalam mentransformasi model bisnis koperasi agar lebih modern dan adaptif.
“Anak muda harus menjadi game changer. Mereka adalah masa depan ekonomi Indonesia sekaligus masa depan koperasi,” ujar Destry dalam talkshow rangkaian Soemitrofest yang digelar di Kampus Institut Agama Islam An-Nawawi, Purworejo, Sabtu (14/2).
Generasi Muda dan Transformasi Koperasi Digital
Destry optimistis, di tangan generasi muda, koperasi akan semakin berkembang apabila disinergikan dengan kemajuan teknologi digital. Terlebih dengan hadirnya program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, peluang keterlibatan anak muda dalam ekosistem koperasi menjadi semakin luas.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 83 ribu koperasi di Indonesia. Ke depan, regenerasi menjadi kunci agar koperasi tetap relevan dan mampu bersaing.
“Generasi muda yang berpendidikan tinggi akan menjadi pemain utama dalam pengembangan koperasi modern,” jelasnya.
Potensi Lokal Purworejo Bisa Digenjot Lewat Koperasi
Dalam kesempatan tersebut, Destry juga menyoroti potensi sumber daya alam di Purworejo yang dapat dimaksimalkan melalui koperasi, seperti gula semut, sabut kelapa, arang batok kelapa, dan berbagai komoditas lainnya. Dengan manajemen yang baik serta sentuhan inovasi anak muda, potensi tersebut diyakini mampu menghasilkan nilai tambah lebih besar.
Pelibatan generasi muda dalam pengelolaan potensi lokal diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
“Kami ingin anak muda lokal menjadi penggerak ekonomi nasional melalui koperasi,” tambahnya.
Destry berharap kegiatan seperti Soemitrofest dapat diperluas ke berbagai daerah dan melibatkan lebih banyak mahasiswa maupun santri agar literasi koperasi di kalangan Gen Z semakin meningkat.
“Ketika kita berbicara industrialisasi, hilirisasi, hingga swasembada pangan, anak muda harus berdiri di barisan terdepan,” tegasnya.
Pemkab Purworejo Dukung Koperasi Desa Merah Putih
Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung operasional Kopdes/Kel Merah Putih. Ia menekankan pentingnya keterlibatan langsung generasi muda dalam pengelolaan koperasi melalui pendekatan learning by doing.
“Jika mereka sudah merasakan manfaat berkoperasi, koperasi bisa menjadi tempat menggantungkan harapan ekonomi mereka,” ujar Dion.
Ia mengakui bahwa pengembangan koperasi desa tidak lepas dari berbagai tantangan. Namun dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, koperasi diyakini menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa maupun kelurahan.
“Koperasi ini bukan milik pemerintah, tetapi milik masyarakat. Karena itu, masyarakat harus dilibatkan dan ditumbuhkan optimisme bersama,” katanya.
Kampus Sambut Positif Gerakan Koperasi
Rektor Institut Agama Islam An-Nawawi, Ashfa Khoirunnisa’, menyambut baik program Koperasi Goes to Campus. Ia menilai kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk turut ambil bagian dalam memajukan ekonomi bangsa melalui koperasi.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya unggul dalam akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kemandirian ekonomi.
“Saya sangat mengapresiasi program ini di kampus kami. Saya mengajak anak muda Indonesia untuk bersama-sama memajukan koperasi,” ujarnya.(RO/Aji)








