hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Singkong Frozen Barokah, Abah Ano Buktikan Tak Ada Batas Usia Jadi Wirausaha

BOGOR—Tidak ada kata tua untuk jadi wirausaha.  Sumarno Widodo (69 tahun) membuktikan tetap produktif di usia senja.

Pria karib disapa Abah Ano ini membuat pangan lokal berbahan baku singkong di kediamannya di Kampung Rancasari Lapangan RT 03 RW 05 Desa Pasir Gaok. Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor Barat.

Pada Maret 2018 mantan karyawan bagian marketing perusahaan minyak dan bank ini mulai bertani singkong dengan lahan seluas dua ribu meter persegi.  Namun saat dijual harga singkong begitu murah dan akhirnya Abah Ano dan istrinya memutuskan untuk membuat olahan singkong.

“Terpikir oleh kami siapa yang akan membeli jika diproduksi untuk dijual sasaran pasarnya adalah kompleks perumahan di tipe 36 keatas dengan pertimbangan daya belinya bagus dan mereka pada umumnya  mementingkan kualitas,” ujar Abah Ano kepada Peluang, Sabtu (13/11/21).

Setelah berapa kali uji coba akhirnya mereka menemukan formula olahan singkong siap saji. Dengan bumbu dan rempah pilihan akhirnya tercipta produkolahan dengan brand Singkong Frozen Barokah mempunyai rasa yang gurih dan renyah.

Usaha yang dibangun Abah Ano sudah berjalan 2 tahun atau dimulai tahun 2019. Dengan dibantu 7 orang karyawan, untuk bagian produksi 3 orang dan supplier yang bertugas mencari singkong 4 orang.

Pemasarannya sudah merambah wilayah Jabodetabek.  Dengan bantuan adik-adik, total sekitar 10 menjadi reseller pada awal usaha ini.

“Ternyata sambutan pasar sangat baik, walau menghadapi  tantangan pertama yang  kami alami adalah masalah ongkos kirim yang ternyata lebih mahal dari harga singkong, misalnya  daerah pemasaran di Bekasi sedang saya tinggal di Bogor,” ungkap Abah Ano.

Dalam sehari sebelum pandemi Abah Ano mampu memproduksi dan menjual berkisar 150-200 bungkus per hari dengan harga Rp8.000 hingga Rp9.000 per bungkus. Namun ketika pandemi jumlahnya hanya 75-150 bungkus.

Selain mengandalkan lahannya sendiri, Abah Ano menggandeng petani di desa tempatnya tinggal.  Abah Ano tetap membeli singkong dengan harga Rp2.500/kg, meski sedang musim panen dan harga pasaran singkong hanya Rp 500-800/kg.

Abah Ano mengakui, tingkat yang paling sulit itu adalah dalam pemasaran, karena sangat fluktuatif. Kedua, bahan baku singkong. Sebab, faktor tanah akan mempengaruhi rasa singkong.

“Walaupun jenis singkong sama, tapi akan menjadi beda. Jadi seleksi diawal itu harus benar-benar ketat,” katanya.

Abah Ano optimis usaha yang digelutinya akan berkembang pada masa mendatang setelah pandemi mulai menyurut. “Apalagi rebranding yang kami buat mulai memberikan hasil,” tutupnya (Irvan).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate