hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Simpanan Idul Fitri Kopsyah BMI Melonjak 70,5 Persen, 16.039 Paket Bagi Hasil Disalurkan

PeluangNews, Tangerang – Kinerja produk Simpanan Idul Fitri (Sidul) milik Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) mencatat lonjakan signifikan pada 2026. Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, koperasi tersebut menyalurkan 16.039 paket bagi hasil kepada anggota, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.

Pertumbuhan juga tercermin dari total dana simpanan. Jika pada 2025 nilai simpanan Sidul mencapai Rp28,4 miliar, tahun ini angkanya melesat menjadi Rp48,4 miliar atau tumbuh 70,5 persen secara tahunan.

Manajer Pendanaan dan Hubungan Lembaga Kopsyah BMI, Yanita Nurmala, menegaskan peningkatan tersebut menunjukkan antusiasme anggota yang terus menguat.

“Jumlah paket bagi hasil naik dari 12.319 paket pada 2025 menjadi 16.039 paket tahun ini. Ini bukti partisipasi anggota semakin tinggi,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Nominal bagi hasil yang diterima anggota bervariasi, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp1,5 juta, disesuaikan dengan total akumulasi simpanan selama satu tahun. Distribusi manfaat tidak hanya berupa paket kebutuhan pokok Ramadan, tetapi juga barang elektronik bagi anggota dengan nilai simpanan lebih besar.

Seluruh kebutuhan tersebut dipasok melalui jaringan internal koperasi. Skema ini dirancang untuk memastikan perputaran ekonomi tetap berada di lingkungan anggota, sehingga manfaatnya berdampak ganda.

Sidul merupakan produk simpanan tematik yang diluncurkan pada Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2021, tepatnya 25 Januari 2022. Meski baru berjalan empat tahun, produk ini menunjukkan akselerasi pertumbuhan dan menjadi instrumen perencanaan keuangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Proyeksi imbal hasilnya setara sekitar 8 persen per tahun.

Direktur Utama Kopsyah BMI, Kamaruddin Batubara, menegaskan capaian tersebut bukan sekadar pertumbuhan angka, melainkan indikator meningkatnya literasi dan kesadaran keuangan syariah anggota.

Menurutnya, budaya menabung harus dibangun melalui produk yang relevan dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Sidul dirancang untuk momentum tertentu, bukan sekadar simpanan pasif. Produk ini membantu keluarga mempersiapkan kebutuhan Lebaran secara terencana,” katanya.

Ia juga menilai pertumbuhan 70,5 persen menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan anggota terhadap tata kelola koperasi. Kepercayaan itu, lanjutnya, merupakan fondasi utama keberlanjutan lembaga keuangan berbasis anggota.

Ke depan, Kopsyah BMI mendorong penguatan ekosistem usaha internal. Distribusi sembako dilakukan melalui jaringan warung anggota, sementara penyediaan barang elektronik difasilitasi koperasi konsumen. Strategi tersebut diyakini mampu memperkuat rantai nilai dan memperluas dampak ekonomi.

“Perputaran ekonomi harus kembali ke anggota. Dengan begitu, manfaatnya berlapis—anggota menerima bagi hasil, usaha anggota lainnya juga bergerak,” tegasnya.

Produk simpanan tematik seperti Sidul diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk menekan ketergantungan pada pembiayaan konsumtif menjelang hari raya, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi anggota berbasis prinsip syariah.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate