Masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19 ini niscaya akan berakhir. Daripada hanya berharap, sebaiknya siapkan rencana kestabilan bisnis untuk beberapa bulan ke depan. Ya operasional, biaya, stok, jumlah permintaan, proyeksi keuntungan, ya kesehatan cash flow.
PANDEMI corona yang menyerang dunia mengubah kebiasaan dan gaya hidup masyarakat. Pusat perbelanjaan ditutup/menciut, masyarakat beraktivitas praktis dari rumah, permintaan menurun, dan kebanyakan bisnis tidak beroperasi seperti biasanya. Dalam situasi begini, pelaku usaha perlu putar otak agar mampu menjaga bisnis tetap eksis. Untuk menyusun strategi bisnis yang tepat, simak lima strategi berikut:
Kreatif menangkap peluang bisnis
Pada dasarnya, berbisnis berarti menjual solusi permasalahan yang dialami konsumen. Maka, anda perlu berpikir out-of-the-box dalam melihat peluang. Ketahuilah masalah konsumen dan ciptakan solusi yang praktis dan kreatif. Misalnya, konsumen khawatir akan kebersihan dan keamanan makanan yang dijual di restoran atau rumah makan, anda bisa membuat usaha katering yang enak dan menjamin kebersihan dan keamanan makanan sesuai protokol kesehatan. Buat rencana yang rapi, pikirkan titik-titik pemasaran dan pengantaran, mekanisme pengantaran, dan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan konsumen.
Camkan tren belanja konsumen
Karena konsumen tidak banyak beraktivitas di luar rumah, aktivitas berbelanja turut dilakukan dari rumah. Konsumen ingin mendapatkan produk berkualitas yang terjaga kebersihan dan keamanannya tanpa keluar rumah. Hasilnya, penjualan berpindah dari toko fisik ke toko online dan e-commerce. Untuk mempertahankan penjualan, pelaku usaha sebaiknya pindah ke atau menambahkan toko online. Anda juga bisa memanfaatkan layanan pengiriman makanan dan barang. Intinya, pantau terus perilaku dan keinginan konsumen dan sesuaikan model bisnis terbaru.
Terapkan strategi marketing in crisis
Usaha pemasaran dan komunikasi amat penting untuk mempertahankan kestabilan bisnis. Bisnis dapat menyampaikan apa saja usaha yang dilakukan untuk para konsumen dan masyarakat. Strategi-strategi yang sudah diulas di atas, seperti melakukan delivery dan menyalurkan melalui e-commerce, agar konsumen tetap aman saat berbelanja. Sampaikanlah tujuan agar konsumen tahu bahwa bisnis peduli pada keamanan dan kesehatan. Gunakanlah platform media sosial dan e-commerce.
Susun rencana untuk beberapa bulan ke depan
Masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19 ini niscaya akan berakhir, meski tidak dapat diprediksi kapan. Daripada hanya sekadar berharap, sebaiknya anda siapkan rencana untuk beberapa bulan ke depan. Dari segi operasional, biaya, stok, jumlah permintaan, proyeksi keuntungan, dan kesehatan cash flow bisnis anda, analisis dan rencana mempertahankan kestabilan bisnis. Lakukan penyesuaian yang dianggap dapat menguntungkan. Selain itu, analisis dan lakukan mitigasi atas risiko-risiko yang dapat mengganggu dalam beberapa bulan ke depan.
Jadikan momentum Ramadhan ini sebagai peluang
Melihat tren belanja konsumen selama bulan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya, momen ini dapat dilihat sebagai harapan untuk memperoleh keuntungan lebih. Bulan Ramadhan bisa jadi timing penting untuk bisnis anda. Keadaan kali ini mungkin akan berbeda dari tahun sebelumnya. Satu hal yang pasti, umat Muslim akan tetap berpuasa dan merayakan Lebaran.
Anda tetap bisa mengambil peluang berbisnis dengan menjaga ketersediaan stok agar bisa meningkatkan omzet. Agar kesehatan finansial dan cash flow bisnis anda tidak terganggu, carilah alternatif pembiayaan untuk melancarkan semua strategi bisnis Anda. Salah satu alternatif yang dapat anda manfaatkan adalah Merchant Financing.●(Nay)








