Dana kelolaan anggota dijamin aman dan menguntungkan dengan sistem bagi hasil setara suku bunga sebesar 11% pertahun. Selain itu, dengan berinvestasi turut membantu Kopmen BMI dalam pengembangan bisnis perdagangan.
Instrumen investasi yang menguntungkan dan dikelola oleh tenaga profesional yang amanah akan membuat kantong anggota bertambah tebal. Inilah yang menjadi tujuan utama Kopmen BMI meluncurkan produk Skim Investasi Berjangka Anggota (SIJAGO), bertepatan dengan pelaksanaan RAT Tahun Buku 2022, 24-25 Januari 2023 di Tangerang.
Radius Usman, Direktur Utama Kopmen BMI mengatakan, peluncuran SIJAGO merupakan ikhtiar pengurus untuk memperkuat dukungan anggota terhadap usaha koperasi demi mendongkrak kesejahteraan bersama. “SIJAGO merupakan produk investasi yang aman, menguntungkan dan amanah untuk mendukung perdagangan umum dan kolaborasi,” ujar Radius.
Kopmen BMI yang beranggotakan sebanyak 54.666 orang per 2022 lalu merupakan salah satu koperasi primer dalam Koperasi BMI Group. Koperasi ini kesohor dengan aksi-aksi tanggung jawab sosial yang selama ini memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika masyarakat yang bergabung menjadi anggota bertambah setiap tahun.
SIJAGO menawarkan bagi hasil setara dengan suku bunga sebesar 11% pertahun. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari produk sejenis di lembaga jasa keuangan lain. Selain menerima keuntungan, anggota yang mengakses produk investasi ini sejatinya turut membantu pengembangan bisnis inti Kopmen BMI yang bergerak di sektor riil khususnya perdagangan.
Saat ini, Kopmen BMI yang beraset sebesar Rp75,81 miliar sampai akhir 2022 lalu itu memiliki empat Divisi yaitu BMI Point, Papan, Elektronik, dan Otomotif. Masing-masing divisi itu menyasar segmen bisnis yang berbeda. Ambil contoh Divisi Papan yang menyuplai kebutuhan material bangunan baik untuk masyarakat maupun maupun program Kopsyah BMI, yakni :
1) pemenuhan skim investasi bagi anggota (Mikro Tata Griya, Mikro Tata Sanitasi, Mikro Tata Air, KPR non DP); 2) program sosial dan pemberdayaan (Hibah Rumah Siap Huni, sanimesra, sanitasi dhuafa, sanitasi makam, bantuan untuk renovasi tempat ibadah). Sedangkan Divisi BMI Point salah satu perannya adalah sebagai kanal distribusi perdagangan produk anggota antar daerah.
Radius menambahkan, Kopmen BMI juga berperan untuk mengakselerasi sirkuit ekonomi koperasi agar lebih menggigit. “Dengan memperkuat jalur perdagangan di sektor riil peran koperasi dapat lebih besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Oleh karenanya, kita menawarkan SIJAGO agar semua sejahtera,” pungkas Radius. Skim investasi berjangka yang ditawarkan Kopmen BMI akan memperkuat permodalan koperasi sehingga memiliki ruang lebih besar untuk ekspansi. Oleh karenanya, anggota yang menempatkan dananya di SIJAGO akan lebih sejahtera dan turut berkontribusi dalam memajukan usaha koperasi yang sedang mengusung tema besar Peradaban Baru Koperasi Indonesia ini.








