Peningkatan kapasitas dan kapabilitas SDM serta sinergi kelembagaan merupakan kebijakan strategis yang akan dijalankan Kopdit Pintu Air di tahun Kuda Api.

Menutup 2025, seluruh elemen KSP Kodpit Pintu Air memiliki tekad yang sama untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan pada tahun mendatang. Semangat pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan solidaritas tetap menyala dalam setiap aktivitas kopdit terbesar di Tanah Air itu.
General Manager KSP Kopdit Pintu Air, Gabriel Pito Sorowutun mengungkapkan, fokus utama lembaga pada 2026 adalah memperkuat fondasi internal, yakni pendidikan dan pengembangan sumber daya Manusia (SDM). Ini disebabkan, kata Gabriel, aset terbesar koperasi bukanlah uang, melainkan manusia.
“Target kita di tahun 2026 adalah mencetak SDM berkualitas. Pendidikan adalah kunci agar anggota dan pengelola bisa bertumbuh bersama secara berkelanjutan,” tambahnya.
Untuk itu, Kopdit yang dipimpin oleh Yakobus Jano itu menyiapkan program kerja pada tahun ini dengan menitikberatkan pada peningkatan kapasitas, baik untuk pengelola agar semakin profesional, maupun bagi anggota sehingga bisa mandiri secara ekonomi dan peningkatan literasi keuangan.
Selain memperkuat kompetensi dan kapabilitas SDM, kopdit yang telah melakukan spin off sektor riil itu juga akan memperluas jejaring kemitraan dengan lembaga keuangan lainnya, termasuk sektor perbankan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kemitraan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan modern bagi seluruh anggota.
“Sinergi kemitraan dengan entitas bisnis lain akan memperkokoh fondasi pertumbuhan pada masa mendatang,” ungkap Gabriel.
Bagi Kopdit Pintu Air, perjalanan sepanjang tahun buku 2025 lebih dari sekadar deretan angka, melainkan proses pendewasaan karakter lembaga dalam semangat pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Selama itu pula, banyak kenangan manis maupun tantangan yang berhasil dilalui bersama.
Kopdit Pintu Air berhasil membukukan kinerja gemilang dalam aspek finansial maupun operasional. Secara finansial, KSP Kopdit Pintu Air menunjukkan performa sangat sehat dan stabil. Hingga akhir Desember 2025, tercatat total aset mencapai Rp2.624.312.125.342 dan SHU sebesar Rp3.601.210.023. Ini membuktikan kinerja keuangan yang solid.
Sejalan dengan pertumbuhan keuangan, koperasi besar berprestasi itu terus mendapatkan dukungan dari masyarakat. Ini dibuktikan dengan penambahan jumlah anggota yang telah menembus 487.361 orang. Meski menunjukan kinerja ciamik, namun Gabriel meminta tidak cepat berpuas diri.
“Semangat pelayanan yang tulus dan profesional harus tetap menjadi nafas utama dalam bekerja. Semoga pada 2026, kita semua jauh lebih percaya diri lagi dalam memberikan pelayanan untuk kesejahteraan bersama,” pungkasnya.





