hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

SHU Naik, Koperasi Sigap Nusantara Pacu Digitalisasi dan Regenerasi

Rapat Anggota Tahunan Koperasi Sigap Nusantara. Foto: Ratih/PeluangNews
Rapat Anggota Tahunan Koperasi Sigap Nusantara. Foto: Ratih/PeluangNews

PeluangNews, Jakarta-Peningkatan kinerja di tengah tantangan penurunan jumlah anggota menjadi sorotan utama dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Sigap Nusantara.

Sepanjang 2025, koperasi yang mayoritas beranggotakan satuan keamanan ini berhasil mencatat kenaikan Sisa Hasil Usaha (SHU) hingga 14 persen sekaligus mempercepat transformasi digital layanan.

Ketua Koperasi Sigap Nusantara, R Trimurti Nurrasa, mengatakan RAT tahun ini menitikberatkan pada pembenahan tata kelola koperasi serta proses kaderisasi pengurus.

“Highlight RAT tahun ini adalah perubahan tata kelola agar pengelolaan koperasi semakin baik dan sesuai aturan. Ini juga bagian dari kaderisasi supaya tidak ada kesan koperasi hanya milik pengurus,” ujarnya, saat berbincang dengan PeluangNews usai acara RAT Tahun Buku 2025 Koperasi Sigap Nusantara, di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

RAT Koperasi Sigap Nusantara. Foto: Ratih/PeluangNews
RAT Koperasi Sigap Nusantara. Foto: Ratih/PeluangNews

Menurut Trimurti, RAT juga menjadi sarana pendidikan bagi anggota agar lebih memahami mekanisme pengelolaan koperasi. Hal ini penting mengingat sebagian besar anggota merupakan tenaga kontrak yang lebih fokus pada pekerjaan operasional di lapangan.

“Ke depan kami ingin anggota lebih memahami bagaimana memulai dan mengembangkan koperasi. Dengan begitu, regenerasi pengurus bisa berjalan lebih sehat,” katanya.

Dari sisi kinerja, koperasi mencatat total aset sekitar Rp87,78 miliar pada 2025. SHU meningkat dari Rp5,2 miliar menjadi sekitar Rp6 miliar. Menariknya, peningkatan tersebut terjadi meskipun jumlah anggota mengalami penurunan.

“Partisipasi anggota justru naik. Aktivitas simpan pinjam meningkat dan tingkat kredit bermasalah tetap sangat rendah, jauh di bawah 1 persen,” jelas Trimurti.

Usaha simpan pinjam masih menjadi tulang punggung koperasi dengan nilai portofolio mencapai sekitar Rp79,84 miliar. Selain itu, koperasi juga mulai mengembangkan unit usaha lain seperti toko kebutuhan pokok, outlet di Surabaya, serta fasilitas penunjang di training center Cileungsi. Pada 2026, koperasi bahkan membuka outlet kafe sebagai bagian dari diversifikasi usaha.

Di tahun yang sama, pengurus juga memprioritaskan penguatan digitalisasi layanan. Sistem aplikasi pencatatan transaksi dan pengajuan pinjaman telah digunakan untuk mempercepat layanan sekaligus meningkatkan transparansi.

“Digitalisasi sebenarnya sudah kami mulai sejak 2024. Tahun ini fokusnya pada penyempurnaan sistem agar layanan anggota semakin cepat, tapi tetap menjaga tata kelola yang sehat,” ujarnya.

Selain penguatan bisnis, koperasi juga mendorong program peningkatan kesejahteraan anggota melalui pelatihan kewirausahaan dan pendampingan usaha. Langkah ini diharapkan dapat membantu anggota mempersiapkan sumber penghasilan setelah masa kerja berakhir.

Trimurti menegaskan, pihaknya menargetkan koperasi dapat berkembang lebih luas dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Kami berharap Koperasi Sigap Nusantara bisa menjadi salah satu koperasi yang berkiprah di tingkat nasional, tidak hanya bermanfaat bagi anggota tetapi juga masyarakat luas,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate