
PeluangNews, Bali-KSP Guna Prima Dana (GPD) kian bertaji dengan mencatatkan SHU bersih sebesar Rp11,14 miliar di tahun 2025, melonjak 214% dibanding tahun 2024 yang sebesar Rp3,55 miliar. Hal itu ditegaskan I Wayan Suyatna, Manajer Utama KSP GPD di Bali, (29/3/2026).
“Dukungan anggota yang semakin besar berdampak pada peningkatan usaha Koperasi Guna Prima Dana,” ujar Suyatna.
Pertumbuhan SHU tersebut ditopang dari pendapatan yang meningkat sebesar 41% dari Rp36,86 miliar di tahun 2024 menjadi Rp52,11 miliar di tahun 2025.

Selain itu, pengelola juga berhasil mengendalikan beban usaha menjadi sebesar Rp38,25 miliar, yang mencerminkan pengelolaan usaha koperasi yang semakin efisien.
Fundamental GPD juga semakin kokoh dengan permodalan sebesar Rp703,77 miliar, melebihi dari yang ditargetkan sebesar Rp606,53 miliar. Permodalan terutama ditopang dari simpanan berjangka Sijakop yang mencapai Rp338,97 miliar dan Simpanan Harian sebesar Rp330,30 miliar.
Pinjaman yang diberikan juga meningkat menjadi Rp499,27 miliar di 2025 dibanding tahun 2024 sebesar Rp297,47 miliar. Selain disalurkan untuk kegiatan usaha produktif, GPD juga menyalurkan pembiayaan hijau (peduli lingkungan) sebesar Rp5 miliar yang sumbernya diperoleh dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan.
“Kami akan terus mengembangkan usaha agar dapat meningkatkan kesejahteraan anggota melalu SHU yang dibagikan dan pembiayaan produktif,” pungkas Suyatna.








