
PeluangNews, Jakarta-Koperasi BMI Group menutup tahun buku 2025 dengan catatan kinerja yang solid.
Hal itu tercermin dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar di Aston Cimone Hotel & Convention Center, Tangerang, Kamis (22/1/2026), yang juga dirangkaikan dengan RAT Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI).
Dalam forum tertinggi koperasi tersebut, pengurus memaparkan capaian usaha yang menunjukkan tren pertumbuhan signifikan. Sisa Hasil Usaha (SHU) Kopmen BMI tercatat meningkat 59,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai mencapai sekitar Rp873 juta. Lonjakan ini menjadi sinyal menguatnya kinerja koperasi di tengah dinamika ekonomi.
Selain laporan kinerja, RAT juga membahas dinamika organisasi. Salah satu anggota pengawas, Edi Junaedi, resmi mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Untuk mengisi kekosongan tersebut, anggota koperasi secara musyawarah memilih Kamaruddin Batubara atau yang akrab disapa Kambara sebagai anggota pengawas yang baru.
Terpilihnya Kambara bukan tanpa alasan. Ia merupakan figur yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Kopmen BMI. Pada fase awal pembentukan, Kambara pernah menjabat sebagai ketua pengurus pertama sebelum estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Radius Usman.
Menanggapi amanah barunya, Kambara menegaskan komitmen untuk memastikan koperasi dikelola secara sehat dan akuntabel.
“Pengawasan adalah bagian penting untuk menjaga ruh koperasi. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab, memastikan Kopmen BMI tetap tumbuh sehat, transparan, dan berpihak pada kesejahteraan anggota,” ujar Kambara.
Kopmen BMI sendiri lahir dari kebutuhan nyata anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) yang terus berkembang. Sejak RAT Tahun Buku 2017, muncul kesadaran bahwa layanan keuangan saja tidak cukup. Anggota membutuhkan akses terhadap kebutuhan riil, mulai dari perbaikan rumah, perabotan, barang konsumsi, hingga kebutuhan usaha.
Selama ini, pembiayaan dapat difasilitasi oleh Kopsyah BMI, namun pengadaan barang masih melibatkan pihak eksternal. Kondisi tersebut membuat nilai tambah ekonomi belum sepenuhnya dinikmati oleh koperasi dan anggotanya. Padahal, jumlah anggota yang besar membentuk pasar internal yang sangat potensial.
Berangkat dari situ, gagasan pembentukan koperasi konsumen digulirkan oleh Kambara saat menjabat Ketua Pengurus Kopsyah BMI. Usulan tersebut mendapat persetujuan anggota dengan penetapan simpanan pokok sebesar Rp100.000 per anggota sebagai modal awal. Gagasan itu akhirnya terwujud melalui Rapat Pembentukan Koperasi pada 23 November 2018 di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Pelaksanaan RAT Tahun Buku 2025 menjadi penegasan arah Kopmen BMI ke depan. Dengan kinerja usaha yang terus tumbuh dan pengawasan yang diperkuat, koperasi ini menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi anggota yang dikelola secara partisipatif dan berkelanjutan.








