Semangat partisipasi anggota merupakan kunci utama keberhasilan program rumah gratis yang berkelanjutan, sebagai ikhtiar mewujudkan keadilan sosial.

Kopsyah BMI merealisasikan pilar ekonomi dan sosial dalam Model BMI Syariah melalui penyerahan hibah rumah siap huni (HRSH) atau rumah gratis kepada yang membutuhkan. Ini sesuai dengan aspek keberlanjutan yang merupakan agenda global untuk memberantas kemiskinan sekaligus pemerataan ekonomi.
Penerima rumah gratis unit ke-560 adalah Sarem, perempuan 67 tahun, non anggota Kopsyah BMI yang merupakan warga Dusun Margatani RT 001 RW 003, Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Suasana penyerahan rumah pada 27 Januari 2026, berlangsung haru karena dua pekan sebelumnya, Nastam, sang suami telah berpulang.
“Enggak bisa ngomong apa-apa, Pak,” lirih Sarem dengan air mata yang berlinang.
Pada kesempatan itu, Direktur Operasional Kopsyah BMI, Sondari, mewakili Direktur Utama Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara, menyampaikan, rumah gratis itu lebih dari sekadar fisik bangunan tetapi wujud jati diri koperasi untuk menolong sesama.
“Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Kopsyah BMI telah memberi bukti membantu anggota dan masyarakat non anggota, salah satunya melalui program HRSH ini,” ujar Sondari.
Untuk diketahui, sumber pendanaan pembangunan rumah sebagian berasal dari gerakan sedekah tiga ribu seminggu (Gasiteru) anggota dimana peruntukannya Rp1.000 untuk infak dan Rp2.000 untuk wakaf. Adapun total biaya pembangunan rumah gratis tersebut mencapai Rp65 juta.
Proses penyerahan rumah gratis kepada Sarem turut dihadiri oleh pejabat pemerintah desa terkait antara lain Sekretaris Desa Ciasem Baru Ainun, Camat Ciasem Eza Zaithon T. Anshari, dan Kapolsek Ciasem AKP Endang Kurnia. Selain itu, hadir pula Koordinator Manajer Regional V Muhammad Kurtubi, Manajer Regional V Senoaji Purwanto, dan Manajer Cabang Ciasem Mahmud.
Penguatan aspek sosial oleh Kopsyah BMI tidak hanya terbatas pada program HRSH tetapi juga kegiatan lainnya, termasuk Gerakan Seribu Sajadah dan Al-Qur’an (Geser Dahan), Sanitasi Makam (Sanikam), Sanitasi Masjid, Mushola, dan Pesantren (Sanimesra), sanitasi dhuafa, dan santunan anak yatim. Selain itu, layanan 11 armada ambulans gratis yang seluruh biaya operasionalnya seperti bensin, e-toll, dan sopir ditanggung BMI.

Sondari menambahkan, partisipasi anggota sangat penting dalam mengembangkan usaha koperasi. Oleh karenanya, Kopsyah BMI terus mendorong inisiatif dan partisipasi anggota dalam berkoperasi. Anggota adalah pemiliki sekaligus pengguna jasa koperasi. “Ibu-ibu yang sudah jadi anggota BMI patut bangga. Dari infak ibu-ibu, rumah ini berdiri. Tidak harus pinjam, cukup menabung dan berinfak,” pungkasnya.
Program HRSH yang berkelanjutan ini telah menginspirasi banyak pihak dan telah diduplikasi oleh koperasi lain. Program berbasis partisipasi anggota ini mencerminkan penguatan prinsip dan jati diri koperasi yang terus digaungkan oleh koperasi besar berprestasi ini. (Kur)





