Setelah meluncurkan Doit BMI, gebrakan digital Koperasi BMI tidak berhenti. Kini sedang mempersiapkan BMI Mobile yang didukung dengan layanan Digital Technical Assistance (Dita).
Generasi milenial dan generasi Z merupakan kelompok terbesar dalam populasi penduduk di Indonesia. Jumlahnya mencapai lebih dari 50 persen total penduduk. Sehingga tdak heran jika generasi ini menjadi bagian terpenting sebagai agen perubahan maupun target pasar.
Koperasi BMI menyadari bahwa milenial dan Gen Z dengan karakternya yang khas memiliki peran strategis. Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara, biasa disapa Kambara, menilai milenial dan generasi Z merupakan generasi yang lebih produktif, kreatif, dan inovatif serta visioner dalam menciptakan peluang-peluang baru bagi perkoperasian.
”Simbiosis koperasi dan generasi milenail mampu melahirkan inovasi baru dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi pengangguran, dan ekonomi kerakyatan. Sementara, keberadaan koperasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas generasi milenial,” ungkap Kambara.
Karakter kedua generasi itu hampir mirip yaitu connected dalam pengertian aktif mengakses media sosial dan koneksi internet. Ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi koperasi untuk memperluas basis keanggotaan sekaligus menggenjot skala usaha koperasi melalui layanan digital. Selain itu, mereka juga dikenal dengan sifatnya yang egaliter dan senang dengan yang guyub. Karakter ini dinilai cocok dengan nilai-nilai koperasi yang berbasis kesetaraan dan gotong royong.
Preferensi digital milenial dan Gen Z sangat sesuai dengan gebrakan yang dilakukan Koperasi BMI. Setidaknya dalam tiga tahun terakhir, Koperasi yang baru saja mendapatkan penghargaan sebagai Koperasi dengan Teknologi Informasi Terbaik dalam ajang 100 Koperasi Besar Indonesia 2021 ini getol melakukan inovasi digital.
Sebut saja dua aplikasi digital Koperasi BMI yaitu Doit BMI dan BMI Mobile. Doit BMI merupakan sistem pembayaran digital yang diperuntukkan untuk karyawan dan anggota koperasi BMI. Aplikasi ini memudahkan karyawan dan anggota dalam bertransaksi secara real-time dan praktis.
Doit BMI memiliki keunggulan tersendiri dibanding uang digital lainnya, Semua proses dari mulai pengisian saldo sampai penggunaan di end user tetap berada di lingkup koperasi. Anggota dapat berbelanja di unit-unit usaha milik Koperasi BMI dengan menggunakan Doit BMI. Dengan kata lain, perputaran uang hanya di koperasi saja sehingga dapat mendorong kemandirian koperasi. Sementara BMI Mobile merupakan aplikasi inovatif untuk memudahkan anggota dalam melakukan transaksi finansial.
Kambara menambahkan, BMI Mobile adalah inovasi Koperasi BMI untuk memberikan kemudahan anggota dalam memenuhi kebutuhannya. ”Semua berasal dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota. Anggota sebagai pemilik, pengguna dan pengendali koperasi harus benar-benar diberdayakan dan diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam segala aspek. BMI Mobile merupakan satu hal yang menunjang kemudahan anggota dalam pemenuhan kebutuhannya dengan bertransaksi di seluruh unit usaha Koperasi BMI,” ungkapnya.
Saat ini, Koperasi BMI tengah menyiapkan BMI Mobile versi terbaru dengan fitur yang semakin beragam. Pada fitur terbarunya itu tidak hanya membantu anggota mengecek simpanan sukarela, simpanan wajib, pembiayaan dan transaksi sukarela, namun juga bisa melakukan pengisian saldo (top up) Doit BMI dengan simpanan sukarela secara real time.
Dengan fitur baru itu, nantinya anggota tidak perlu lagi khawatir saat kehabisan saldo namun ingin membeli kebutuhannya di Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI). Cukup dengan top up sekali klik maka bisa langsung belanja di unit usaha Kopmen BMI.
BMI Mobile teranyar ini juga memiliki tingkat keamanan yang maksimal. Selain harus login dengan User ID dan kata sandi, setiap transaksi nantinya harus menggunakan pin yang hanya diketahui oleh anggota. Rencananya, dalam waktu dekat aplikasi ini sudah dapat diunduh di AppStore ataupun PlayStore.
Untuk melakukan aktivasi, anggota cukup menyiapkan e-KTP untuk memasukkan nomor induk kependudukan (NIK), kode anggota, nomor telepon yang dipakai dan email yg terkoneksi dengan Doit BMI yang diinput saat verifikasi. Setelah dimasukkan, anggota akan melakukan verifikasi melalui kode one time password (OTP) yang dikirim langsung melalui SMS ke nomor anggota yang terdaftar secara otomatis.
Selain itu, Koperasi BMI juga telah membuat layanan konsultasi bagi anggota yaitu Digital Technical Assistant (Dita). Layanan ini bisa diakses melalui nomor 081282163864 (Whatsapp) dan telah beroperasi sejak 18 Februari lalu.
”Kehadiran dua aplikasi ini ditambah lagi dengan layanan asisten digital menjadi momentum bagi BMI, bahwa koperasi bisa tampil lebih hebat dari korporasi atau kapitalis sekalipun. Koperasi bisa menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik,” ungkap Kambara.
Melalui Dita, anggota bisa memperoleh informasi atau melakukan konsultasi terkait simpanan, registrasi dan layanan aplikasi BMI Mobile dan Doit BMI. Singkat kata, Dita ini merupakan layanan customer service online. Selain itu, Dita juga ikut mempromosikan pemakaian aplikasi digital BMI dan akan memandu anggota saat melakukan top up Doit BMI.
Selain menggandrungi teknologi, preferensi milenial dan Gen Z yang lainnya adalah menyukai hal yang guyub. Ini sejalan dengan aktivitas sistem rembug pusat di Koperasi BMI. “Melalui sistem rembug pusat dan RAT (RAT), konsep yang dipakai BMI sama dengan preferensi milenial. Sama halnya dengan anak muda yang suka hang out atau nongkrong bareng. Namun bukan sekedar nongkrong, karena milenial pun memiliki peran sebagai pemilik untuk menggenjot permodalan, sebagai pengguna seluruh pelayanan yang ada di koperasi BMI dan juga pengendali yang senantiasa berinovasi dan kreatif untuk kemajuan koperasi yakni menciptakan pemerataan ekonomi yang berkeadilan,” paparnya.
Yang menarik, Koperasi BMI tidak hanya menjadikan milenial dan Gen Z sebagai target pasar, tetapi juga memberi kesempatan kepada mereka sebagai penggerak UMKM. Salah satunya ditunjukkan dengan menjadi pengelola booth Kafe Rindoe Benteng. Dengan begitu, potensi mereka dapat teraktualisasi.
Mengutip pendapat Soekarno, “Beri aku 10 orang pemuda, maka akan kuguncang dunia”, begitulah filosofi Koperasi BMI kala melibatkan milenial dan Gen Z sebagai motor penggerak UKM.








