hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Semester II 2020, Sri Mulyani Proyeksikan Ekonomi Indonesia Negatif 1,1 Persen

JAKARTA—Pada semester II 2020 ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan negatif antara 1,1 persen hingga 0,4 persen. Perkiraan ini turun signifikan dibandingkan realisasi semester pertama tahun lalu tumbuh positif 5,05 persen.

Hal ini diungkapkan Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR, Kamis (9/7/20).

Menurut Menkeu, kontraksi disebabkan pandemi Covid-19 yang menuntut pemerintah untuk membuat kebijakan pembatasan aktivitas ekonomi dan sosial.

Khususnya pada kuartal kedua atau periode April hingga Juni, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diterapkan di banyak kota.

“Sepanjang kuartal kedua, ekonomi Indonesia tumbuh di zona negatif 3,8 persen. Angka ini turun tajam dibandingkan realisasi kuartal pertama tahun ini, 2,97 persen,” kata Sri Mulyani.

Sri berharap, kontraksi kuartal kedua dan semester pertama ini dapat diobati dengan pemulihan pada kuartal ketiga. Dia menyebut sudah ada tanda-tanda perbaikan seperti pertumbuhan penerimaan pajak sampai Purchasing Manager Index Manufaktur yang membaik pada Juni.

Berdasarkan perhitungan Kemenkeu, Sri memperkirakan, ekonomi Indonesia mampu tumbuh setidaknya nol persen atau positif pada periode Agustus sampai Oktober.

“Antara minus 0,4 persen hingga positif satu persen,” ujar mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut.

Untuk kuartal ketiga, ekonomi mampu tumbuh antara minus satu hingga positif 1,2 persen. Sedangkan, kuartal keempat terus membaik pada level 1,6 persen hingga 3,2 persen.

“Apabila prediksi ini terwujud, ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi tidak akan negatif sampai akhir tahun,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate